Rabu, 13 Februari 2013

KEHIDUPAN


Insan jalani kehidupan
Untuk memainkan peran
Yang kan mendapat balasan
Dari apa yang telah dilaksanakan

Kehidupan, terlalu banyak kata dan penjelasan untuk mendefinisikan kehidupan. Pada umumnya kehidupan berawal dari sebuah kelahiran pertumbuhan lalu sedikit demi sedikit menuju kematian, ada yang dalam kehidupan sebuah makhluk hidup berusia sekian menit, sekian jam sekian bulan sekian tahun bahkan puluhan tahun. Dan semuanya mengalami fase yang sama, lahir tumbuh berkembang biak lalu mati. Namun tak semua makhluk hidup akan mengalami fase-fase seperti pada umumnya, karena malaikat maut sudah lebih dahulu mengambil nyawanya.
Jika setiap orang berpandangan bahwa siklus hidup hanyalah seperti itu, dan semua makhluk hidup termasuk manusia juga seperti itu, maka sungguh hal tersebut akan memberikan efek yang berbahaya bagi kehidupan, manusia dan alam semesta. Karena dengan pemikiran tersebut, ia sudah beranggapan bahwa tidak ada masa pertanggungjawaban ketika manusia tiada, karena tidak ada pertanggungjawaban ,maka selama ia hidup ia bisa bebas berbuat tanpa takut akan adanya hari pembalasan, sebab memang ujung kehidupan adalah kematian, dan mereka tidak menganggap bahwa setelah kematian akan adanya hari pembalasan.
Menurut sebuah buku dijelaskan bahwa dari pemikiran ini lahirlah teori tentang komunisme, yang menganggap tidak perlu ada fatamorgana tuhan dan alam akhirat untuk menakuti manusia, karena menurut mereka tuhan sudah dibunuh oleh ilmu pengetahuan dan teknologi, dan apakah dengan pemikiran-pemikiran seperti ini manusia akan jadi bahagia, sejahtera? Sejarah membuktikan era paling kelam dalam kehidupan manusia ialah ketika ideologi tentang tidak adanya tuhan berkembang dan berkuasa, pembantaian, pemerkosaan, penjajahan adalah suatu hal lumrah dalam ideologi ini, bahkan wajar, karena dalam mencapai sebuah kekuasaan perlu pengorbanan, dan apa saja yang menghalangi untuk mencapai tujuannya maka perlu dibersihkan, toh manusia setelah mati sudah tidak lagi mengalami hari pembalasan, maka hendaknya ketika hidup sepuasnya-puasnya menikmati kehidupan dan mencapai apa-apa yang diinginkannya dalam kehidupan dengan segala cara dan usaha, baik itu baik atau buruk, baik itu halal atau haram.karena menurut mereka dosa adalah suatu hal yang tidak realistis, tidak dapat diindera dicium dan diraba, serta tuhan juga sudah mati.
Alangkah baiknya bila pembaca mau membaca lembaran-lembaran sejarah ketika Stalin dan Lenin berkuasa,, Pol pot di Kamboja, PKI di Indonesia, maka ribuan darah manusia akan menjadi tidak ada harganya di masa itu, karena menurut mereka dosa adalah hal yang tidak realistis, dan tuhan juga sudah mati.
Alhamdulillah segala puji bagi Allah SWT, dzat yang dapat menghidupkan dan mematikan, yang tidak terbatas kekuasaannya, tidak terpengaruh oleh waktu. yang kekal abadi tidak terkalahkan oleh kematian, yang telah memberikan kesempatan bagi kita hidup tidak di era tersebut. Yang mana pada saat itu para kyai santri bersama pejuang membasmi habis pergerakan-pergerakan yang mendasarkan diri pada ideologi tersebut, sementara beberapa puluh tahun kemudian negeri pusat ideology tersebut ternyata juga runtuh, runtuh dengan sendirinya, lalu mulailah mereka sedikit demi sedikit mengadopsi ideologi yang mengakui adanya tuhan, namun urusan untuk tuhan hanyalah di tempat peribadatan, dan tak perlu ada di pemerintahan, hukum,ekonomi, dan sebagainya.
Maka di era saat ini ialah berusaha agar bagaimana urusan agama tidak hanya ditempat peribadatan, namun di semua aspek kehidupan, dengan melakukan edukasi kepada seluruh khalayak dengan kekuatan dan kemampuan yang dimilikinya, mengedukasi bahwa setelah kehidupan ini berakhir akan ada kehidupan dimana itulah saatnya kita mendapat balasan dari apa yang telah kita lakukan selama kita hidup di dunia ini, sekecil apapun yang kita laksanakan baik itu buruk atau baik akan mendapat balasan yang adil dari tuhan, di suatu tempat yang Maha Adil dan tidak ada sedikitpun kecurangan pada pengadilan tersebut. Di tempat tersebut orang yang senantiasa berusaha untuk taat pada aturan tuhan dan rosulnya akan berseri-seri wajahnya karena ia tahu surga dengan segala perhiasannya suidah di depan matanya, sementara ada juga orang yang dulunya menganggap bahwa tuhan sudah tiada serta tidak realistisnya dosa serta hari pembalasan dengan wajah yang penuh raut kehinaan dan kesusahan, karena teringat akan dosa-dosa yang ia perbuat di dunia serta balasan yang akan dihadapinya, yang mana dulu menganggapnya hal tersebut tak kan pernah ada, namun kini nyata dihadapannya.
Adapun penulis sendiri bukanlah orang yang sempurna dalam segala hal, melainkan orang yang juga banyak salah dan dosa, penulis menulis artikel sebagai wujud pelaksanaan kewajiban berda’wah, maka dari itu menulis memohon kritik dan saran yang membangun.
Wallahu A’lam bi ash-showab

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar