Kamis, 31 Mei 2012

I’ROB

Mempelajari dan bisa berbahasa Arab adalah suatu kewajiban bagi setiap muslim, karena bahasa Arab ialah bahasa yang digunakan dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits, yang merupakan sumber hukum dan pegangan hidup bagi setiap kaum muslimin. Lemahnya penguasaan bahasa Arab pada diri kaum muslimin, terutama yang ‘ajam (non Arab) akan mudah menjauhkan mereka terhadap pemahaman yang benar kepada Syari’ah Islam juga menjauhkan keinginan mereka untuk menerapkan aturan aturan dari yang Maha Mengetahui..
Memang terdapat kesulitan bagi yang lingkungannya jarang sekali mendengar orang yang percakapannya dalam bahasa Arab, termasuk kondisi di Indonesia ini, sehingga strategi untuk menghadapi permasalahan tersebut ialah dengan mengkondisikan lingkungan kita mendukung untuk memudahkan kita mempelajari dan menguasai bahasa Arab, baik dengan cara mencari nama-nama benda yang ada disekitar kita dalam bahasa Arab, membiasakan sms-an dengan bahasa Arab, menerjemahkan artikel atau tulisan yang sudah kita baca ke dalam bahasa Arab, membuat diary dalam bahasa arab dan sebagainya, insya allah dengan ketekunan dan kesabaran lama kelamaan kita pasti bisa mengerti, menulis serta berbicara bahasa Arab dengan baik dan benar, Tuhan sudah berjanji bahwa setiap ada kesulitan itu ada kemudahan, dan tuhan bersama bersama dengan orang-orang yang sabar.
Dalam sebuah kitab dijelaskan bahwa I’rob adalah suatu perubahan pada akhir kalimat karena adanya amil (kalimat/kata yang merubah) yang memasuki kalimat tersebut. Sebagaimana diketahui bahwa isim (kata benda ) dan fi’il (kata kerja) hukumnya mu’rob (berubah-ubah) dan perubahan tersebut tergantung pada amil yang memasukinya. Sedangkan huruf (kata hubung) sampai kapanpun hukumnya mabni (tetap).
I’rob dibagi menjadi empat macam yakni : I’rob Rofa’, I’rob Nashob, I’rob khofadh dan I’rob Jazem. Mengenai penjelasannya ialah sebagai berikut :
  • I’rob rofa’ yang mana tanda utamanya pada akhir kalimat berupa dhommah/dhommah tain, ia bertanda dhommah karena ada amil yang memasuki kata tersebut, dan tanda Dhommah itu bisa digantikan dengan Wawu, Alif, dan Nun. Sebagaimana contoh berikut :
Muhammad telah berkata = قَالَ مُحَمَّدٌ
Salim telah menulis = كَتَبَ سَالِمٌ
Orang-orang mukmin itu beruntung = المُؤْمِنُوْنَ فَائِزُوْنَ
 
  • I’rob Nashob yang mana tanda utamanya pada akhir kalimat ialah berupa fathah/fathah tain, ia bertanda fathah karena ada amil yang memasuki kata tersebut, tanda fathah tersebut bisa diganti dengan alif, kasroh, ya’ dan menghilangkan nun. Sebagaimana contoh berikut :
Saya telah memakai sepatu = اِسْتَعْمَلْتُ حِذَاءً
Saya telah memukul zaid = ضَرَبْتُ زَيْدًا
Saya telah memuliakan guru-guru wanita muslim = اكْرَمْتُ الْمُعَلِّمَاتِ
  • I’rob khofadh yang mana tanda utamanya pada akhir kalimat ialah berupa kasroh/kasroh tain, ia bertanda kasroh karena ada amil yang memasuki kata tersebut, tanda kasroh bisa diganti dengan ya’ dan fathah. Sebagaimana contoh berikut :
Dengan menyebut nama Allah
yang maha pengasih dan penyayang = بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم
Demi Fajar, Demi Allah = وَالْفَجْرِ , وَاللهِ
Ya Allah jadikanlah kami termasuk
golongan orang-orang yang bersyukur = اَللَّهُمَّ اجْعَلْنَ مِنَ الشَّا كِرِيْنَ
  • I’rob Jazem yang mana tanda utamanya pada akhir kalimat ialah berupa sukun bisa juga pada akhir katanya dengan hadzfun (membuang), tain, ia bertanda sukun karena ada amil yang memasuki kata tersebut,. Sebagaimana contoh berikut :
  اَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِى تَضْلِيْل
 Menganai penjelasan lebih lanjut insya allah pada tulisan selanjutnya, dengan penulis mnyertakan video tutorialnya, dan semoga kita senantiasa bertaqwa kepada Allah dengan menjalankan segala perintahnya dan menjauhi segala larangannya. Allah sudah berjanji bahwa siapa yang bertaqwa kepada Allah maka Allah akan memberikan baginya kemudahan urusan dan jalan keluar dari permasalahan.
Wallahu A'lamu bi Ash Showab

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar