Senin, 14 Maret 2011

GAK PACARAN GAK MATI

Salamku kepada seseorang yang lembut gerak geriknya,
halus pipinya dan indah kerling matanya.
Hati dan jiwaku tertawan oleh keelokannya
Aku gelisah dan bingung untuk melukiskannya
tetapi aku berkata:
“Tinggalkanlah aku, maafkanlah aku, karena aku lebih cinta dan lebih tergoda kepada ilmu”

Kawan ku yakin jikalau kalian gak makan gak minum pasti kelaparan dan kehausan, jikalau tetap gak mengkonsumsi apapun pasti kalian akan koma kemudian mati,
Kawan ku juga tahu jikalau kalian kurang istirahat, , matamu akan kemerah-kemerahan.kemudian kalian nanti akan sakit,,
Tapi tahukah kawan kalau kalian gak pacaran gak sir-siran gak ungkapin perasaan suka, kalian tidak akan sakit, dan kalian juga tidak akan mati, paling banter efek yang ditimbulkan adalah gelisah,
YA Cuma gelisahlah berupa rasa rindu rasa kangen dan sebagainya yang itu bisa kalian alihkan, karena hal tersebut bukanlah termasuk pemenuhan kebutuhan pokok atau kebutuhan hidup sehari-hari. Serta normal kalau manusia punya perilaku seperti itu, karena itu merupakan naluri yang ada dalam diri manusia, yaitu naluri melestarikan jenis.
Cara mengalihkan atau menghindarkan dari naluri tersebut banyak caranya, misalnya dengan memikirkan saat ini berapakah usia kita,, kemudian sudahkah kita bisa hidup mandiri secara total?? Tanpa bergantung pada orang tua yang sudah mulai renta sudah mulai uzur, dengan terus meminta kepadanya, dengan makan hasil jerih payahnya, masih tinggal serumah dengannya, merepotinya, masihkah sampai hati kita membawa kabar buruk tentang kita kepada beliau, memberikan IP kita yang kurang memuaskan, tegakah kau kawan,,
Bisa juga dengann melihat keadaan saudara –saudara kita nun jauh disana, yang orang tuanya ditembak mati di hadapannya, yang wanita-wanita nya diperkosa, sementara kita disini??? EGP itow kah jawabannya, hadits ini kalian taruh mana “seorang Muslim adalah saudara muslim yang lain, ia tidak akan mendzaliminya dan tidak akan membiarkannnya binasa.” Muttafaqun ‘alaih
Naluri ini ada pada diriku dan dirimu fungsinya demi kelangsungan hidup umat manusia, dan agama Islam dah memberi arahan dengan jalan yang bener, yaitu ta’arruf kemudian nikah, coba dech fikir, apa sich yang gak diatur oleh islam?? Mau makan diatur mau jual beli juga diatur, mau sholat diatur lagi, mau berinteraksi dengan sesame jenis dan lain jenis ada aturannya pula bahkan sampai pemrintahan, politik luar negri, hukum-hukumnya ada kawan, keren kan?? Dan memang seharusnya agama itu mengatur segala-galanya, lha kalau agama gak mengatur segala-galanya, perlu ditanyakan tuch keotentikan ajarannya,, dan maaf APA JUGA MUNGKIN TUHANNYA LUPA YA BUAT ATURANNYA?? Haha, tapi kalo mau berfikir secara kritis memang betul seperti itu kan???
Sedikit cerita dari sejarah dan fakta yang tak terbantahkan bahwa duluuuu nuh jauh di sana, ada suatu Negara yang segala-galanya diatur oleh Islam, mereka menerapkan Islam dalam segala aspek kehidupan, bahkan negaranya Negara islam,,, wow,, dan negri itupun menjadi Negara adidaya, seluruh rakyatnya hidup makmur aman dan tentram, bahkan sampai ada kholifah yang bingung bagaimana caranya membagikan zakat, wong rakyatnya dah makmur semua, jikalau kalian jadi penulis pada masa ketika Negara itu ada, maknyus sekali kawan, karena harga buku yang kita tulis bukan atas royalti yang diberikan penerbit kepada kita, melainkan buku kita ditimbang, massanya berapa, setelah itu digantikan dengan emas oleh Negara seberat buku tersebut, pembaca mendapat buku itu gratis karena buku itu disalin oleh waroqien (tukang fotokopi) Negara, enak kan?? Makanya ayo dirikan daulah khilafah rosyidah. Dan menyedihkan sekali penulis buku yang hidup pada alam demokrasi ini, dimana ada yang dari penerbit mereka hanya dapat 10% dari harga bukunya, belum pajaknya, walhasil males po o, dan belum ada karya yang sefenomenal dan best seller oleh kaum muslimin seperti pada masa lampau, yang bahkan sampai kini masih dikaji oleh jutaan orang,, seperti Alfiyah Ibnu Maliik, Al umm, Muqoddimah, Al qonun fi Al thib, dsb
Kembali ke topik, jadi sangat salah kaprah yang mengatakan atau yang berteori bahwa seseorang yang mencintai seseorang dan dia tidak pacaran dengannya akan menyebabkan dia stress, dan solusi untuk hal tersebut hanyalah dengan melakukan hubungan badan dengan orang yang kau sukai, atau ML,
solusi salah berdampaklah pada masyarakat yang rusak moralnya, bentar lagi juga hancur negaranya, sehingga bertebaranlah penyakiit HIV/AIDS yang mematikan tersebut, yang membuat daya tahan tubuh semakin lama semakin melemah, yang membuat ketika kenncing terasa sakit sekali, bahkan sampai berdarah, merebak dan mewabah di masyarakat,
Angka perceraian juga tinggi, trend single mother juga lagi beken di negeri eropa, lebih kerennya lagi mereka gak mau nikah dan ada juga yang nikah tapi gak mau punya anak, sebagaimana tertulis Dallam novel karya Andrea Hirata, Edensor,
Apalagi nyari gadis di negeri eropa, sulit bangetz, kecuali mereka muslim, sehingga pilihan ada pada dirimu, ingin tiru2 eropa bangsa penjajah silahkan, wong Negara Republik Indonesia jjuga gak melarangg kan?? Mau berzina dengan ibunya silahkan dengan temennya silahkan, mau gak sholat mau gak mabayar zakat silahkan, asal kalian jangan sampai gak mbayar pajak, halahhhh rakyat dipajak, tapi pajak disikat, dikorupsi euyyy,
Atau memilih aturan yang islami, yang sesuai Al-qur’an dan al hadits, yang dimana bila diterapkan akan menghasilkan peradaban yang nan gemilang, lebih dari itu kawan, mengakkan daulah khilafah adalah kewajiban bagi stiap muslim, tentunya memperjuangkannya juga tanpa kekerasan dan paksaan, melainkan memperjuangkannya sesuai pemikiran dan metode rosul.
Segala pilihan yang kalian lakukan kelak kan dipertanggungjawabkan, makanya pilihlah jawaban yang benar, yang sesuai dengan apa yang ada dalam alqur’an dan as sunnah, saya yakin nilaimu pasti memuaskan,,
Oh ya, ini ada ayat Alqur’an yang sangat bagus, demikian terjemahannya “Apabila nafas seseorang telah mendesak sampai pada kerongkongan. Dan dikatakan padanya “Siapakah yang dapat menyembuhkan?” dan dia yakin bahwa sesungguhnya itulah waktu perpisahan (dengan dunia) dan bertautlah betis (kiri) dengan betis (kanan), Kepada tuhanmulah pada hari itu kamu dihalau. Karena dia dahulu tidak mau membenarkan Rosul dan tidak mau sholat,tetapi dia mendustakan dan memalingkan diri, kemudian dia pergi kepada keluarganya dengan sombong, kecelakaanlah bagi engkau (orang kafir) maka kecelakaanlah, kemudian kecelakaanlah bagi engkau maka kecelakaanlah, Apakah manusia mengira bahwa dia akan ditinggalkan begitu saja? Bukankah dia dahulu dari air mani yang dipancarkan? Kemudian menjadi segumpal darah, lalu Allah menciptakannya dan menyempurnakannya, maka Allah menjadikan daripadanya sepasang laki-laki dan perempuan, Bukankah (Allah yang berbuat) demikian, berkuasa (pula) menghidupkan orang-orang yang sudah mati?” Al-Qiyamah :ayat 26-35.
WALLAHU A’LAM BI ASH-SHOWAB

Sabtu, 05 Maret 2011

LA IZZATA ILLA BIL ISLAM

Sepenggal senandung nasyid yang dulu merupakan nasyid yang didengungkan saat konferensi khilafah internasional di Jakarta, merupakan nasyid yang berisi tentang kemuliaan hidup bisa diraih hanya dengan islam, dengan jalan menerapkan segala aturannya dalam segala aspek kehidupan, dan itu pun tak kan wujud tanpa adanya pemerintahan islam, atau daulah khilafah islamiyah.
Persoalannya kawan, umat masih ada yang berfikiran bahwa menegakkan khilafah itu ilusi, bahkan lebih parahnya lagi berpendapat menegakkan khilafah itu tidak wajib, sementara jilalau kita mau melihat sejarah atau tarikhul khulafa’ yang dimulai ketika wafatnya nabi, dimana ketika baginda nabi wafat, maka yang dilakukan kaum muslim saat itu, ialah mengangkat baginda abu bakar RA, sebagai kholifah kaum muslimin, setelah abu bakar di bai’at menjadi kholifah, maka dilakukan penguburan jenazah nabi Muhammad SAW, hal tersebut menunjukkan bahwa mengangkat seorang kholifah lebih di utamakan daripada mengubur jenazah nabi Muhammad SAW, sehingga menjadi kesepakatan para ulama’ dan para imam mazhab, baik Imam Syafi’I, Hanafi, Ahmad dan Maliki sepakat, bahwasannya mengangkat seorang khilafah itu wajib dan perkara yang sangat penting. Sehingga jika bilang menganagkat khilafah itu tidak wajib perlu dipertanyakan siapa IMAMNYA????
Begitu juga, ketika kita sedang sholat tarowih pada malam-malam bulan romadhon, dimana saat itu bilal di jeda sholat tarowih mengucapkan Alkholiiifatu ulaa abu bakar ash shiddiq,, serempak ma’mum menjawab rodhiyallahhu ‘anhu, begitu seterusnya sampai berakhir, dan adakah bilai pada saat jeda sholat tarowih bilang al perdana menteri ulaa abu bakar ash shidiq?? Atau al malikul ulaa abu bakar ash shiddiq?? Hal tersebut menunjukkan fakta tak terbantahkan bahwa pemerintahan dalam sejarah daulah islam ialah kekhilafahan dengan seorang pemimpinnya ialah kholifah.
Dalam menegakkan khilafah kembali hanya bisa ditempuh sesuai dengan metode perjuangan yang dilakukan oleh nabi Muhammad SAW, yaitu tatsqif, berinteraksi dengan umat, dan tholabun nusroh untuk Isti’lamul hukmul islam, hal ini terlihat jelas kalau kita mau baca sejarah nabi Muhammad, kalau gak mau baca ya gak tau, dan belum pernah terlihat bahwa nabi pernah menerima berkoalisi dengan kaum kafir untuk mendirikan daulah islam, apalagi menerima anggota da’wahnya atau sahabatnya atau harokahnya atau pergerakannya dari yang bukan muslim, nabi juga tak pernah sekali pun melakukan gerakan kekerasan dan pemaksaan untuk memeluk agam islam, seperti yang tertulis dalam al qur’an la ikroha fid diin,,sehingga bila ada yang berpendapat bahwa menegakkan khilafah itu bisa dengan ikut parlemen bisa dengan merekrut kader dari yang non muslim adalah batil, dan adakah hujjah syar’I yang menyatakan bahwa hal tersebut benar???? Bukankah Allah berfirman dalam Al-qur’an janganlah sekali-kali menjadikan orang kafir itu teman kepercayaanmu???,
Dimulai ketika nabi menerima wahyu yang pertama kemudian beliau gemetaran dan minta diselimuti oleh khodijah istri beliau, dengan mengatakan zammiluni ya khodijah (selimuti aku wahai khodijah), setelah itu turunlah wahyu demi wahyu, kemudian nabi pun mengajak orang-orang terdekat beliau untuk memeluk Islam. Dan mereka masyhur dengan julukan As Sabiqunal Awwalun, Nabipun membina mereka di rumah Arqom bin Abil ArQom, metode inilah yang disebut dengan tatsqif atau pembinaan/pengkaderan.
Setelah terbentuknya kutlah/kelompok islam dalam jumlah cukup besar, nabipun melakukan tahapan yang kedua, yaitu berda’wah secara terang-terangan dengan berinteraksi dengan umat, tentunya hal ini menyebabkan banyak umat islam yang disiksa, seperti bilal bin rabbah yang ditindih batu besar, syahidnya keluarga yasir, sehingga rosulullah menginstruksikan mereka agar hijroh ke habasyah atau Ethiopia yang sekarang, karena di sana ada raja najasyi yang terkenal adil,
Ketika pemboikotan, penghujatan, penghinaan diterima oleh nabi beserta sahabatnya, datanglah pertolongan allah dengan adanya kaum Aus dan khozroj yang mereka bersedia melindungi seluruh kaum muslimin beserta jiwa, hartanya, juga kelangsungan hidup kaum muslim, mereka pun berjanji melindung nabi dan para pengikutnya, sehingga nabipun mengizinkan para sahabat pergi berhijrah duluan ke yatsrib atau madinah sekarang,, nabi berhijroh bukan karena takutakan siksaan kaum kafir Qurays, melainkan beliau telah melihat kesiapan Yatsrib untuk menerima Rosul dan Melindungi Rosul serta menta’ati Rosul juga kekuatan Islam yang ada disana, itulah yang dimaskud tholabun nusroh untuk penerapan hukum islam dalam segala aspek kehidupan,,selain itu nabi ketika di mekkah juga melakukan tholabun nusroh dengan adanya paman Abu Tohlib yang melindungi dan membela beliau dari siksaan kaum kafir qurays,,,mengingat bahwa Abu Tholib ialah orang yang disegani dan dihormati di Mekkah.
Begitulah seklias penjelasannya tentang mendirikan daulah islam sesuai dengan metode nabi, bukan dengan cara ikut parlemen, bukan pula dengan jalan pemberontakkan atau makar, oh ya , hampir lupa pembaca terhormat sudah berjuang belum untuk menegakkan daulah khilafah sesuai metode rosulullah?? kalau belum yuk berjuang, pahalanya luar biasa kawan, karena kelak ketika khilafah itu sudah ditegakkan dan hukum-hukum islam telah diterapkan secara sempurna ,dan kita mungkin sudah tiada kita akan mendapat amal jariyah dari apa yang kita perjuangkan dulu, sebab kita juga turut andil dalam menegakkan khilafah ini, beda hal kalau kalian gak berjuang, dan Cuma jadi penonton, dan jadi komentator yang menjelek-jelekkan perjuangan ini, lebih parahnya lagi kalau kalian menghalang-halangi atau meyiksa serta menghina pejuang khilafah islamiyah, maka kalian tak ubahnya ABU LAHAB ERA MODERN!!!
Kemungkinan besar nasib kalian juga seperti abu lahab yang digambarkan dalam surat al lahab sebagai berikut : “Binasalah kedua tangan Abu lahab dan sesungguhnya dia akan binasa, tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan. Kelak dia akan masuk dalam api yang bergejolak. Dan isterinya, pembawa kayu bakar, Yang di lehernya ada tali dari sabut.”
WALLAHU A'ALAM BI ASH SHOWAB