Sabtu, 05 Maret 2011

LA IZZATA ILLA BIL ISLAM

Sepenggal senandung nasyid yang dulu merupakan nasyid yang didengungkan saat konferensi khilafah internasional di Jakarta, merupakan nasyid yang berisi tentang kemuliaan hidup bisa diraih hanya dengan islam, dengan jalan menerapkan segala aturannya dalam segala aspek kehidupan, dan itu pun tak kan wujud tanpa adanya pemerintahan islam, atau daulah khilafah islamiyah.
Persoalannya kawan, umat masih ada yang berfikiran bahwa menegakkan khilafah itu ilusi, bahkan lebih parahnya lagi berpendapat menegakkan khilafah itu tidak wajib, sementara jilalau kita mau melihat sejarah atau tarikhul khulafa’ yang dimulai ketika wafatnya nabi, dimana ketika baginda nabi wafat, maka yang dilakukan kaum muslim saat itu, ialah mengangkat baginda abu bakar RA, sebagai kholifah kaum muslimin, setelah abu bakar di bai’at menjadi kholifah, maka dilakukan penguburan jenazah nabi Muhammad SAW, hal tersebut menunjukkan bahwa mengangkat seorang kholifah lebih di utamakan daripada mengubur jenazah nabi Muhammad SAW, sehingga menjadi kesepakatan para ulama’ dan para imam mazhab, baik Imam Syafi’I, Hanafi, Ahmad dan Maliki sepakat, bahwasannya mengangkat seorang khilafah itu wajib dan perkara yang sangat penting. Sehingga jika bilang menganagkat khilafah itu tidak wajib perlu dipertanyakan siapa IMAMNYA????
Begitu juga, ketika kita sedang sholat tarowih pada malam-malam bulan romadhon, dimana saat itu bilal di jeda sholat tarowih mengucapkan Alkholiiifatu ulaa abu bakar ash shiddiq,, serempak ma’mum menjawab rodhiyallahhu ‘anhu, begitu seterusnya sampai berakhir, dan adakah bilai pada saat jeda sholat tarowih bilang al perdana menteri ulaa abu bakar ash shidiq?? Atau al malikul ulaa abu bakar ash shiddiq?? Hal tersebut menunjukkan fakta tak terbantahkan bahwa pemerintahan dalam sejarah daulah islam ialah kekhilafahan dengan seorang pemimpinnya ialah kholifah.
Dalam menegakkan khilafah kembali hanya bisa ditempuh sesuai dengan metode perjuangan yang dilakukan oleh nabi Muhammad SAW, yaitu tatsqif, berinteraksi dengan umat, dan tholabun nusroh untuk Isti’lamul hukmul islam, hal ini terlihat jelas kalau kita mau baca sejarah nabi Muhammad, kalau gak mau baca ya gak tau, dan belum pernah terlihat bahwa nabi pernah menerima berkoalisi dengan kaum kafir untuk mendirikan daulah islam, apalagi menerima anggota da’wahnya atau sahabatnya atau harokahnya atau pergerakannya dari yang bukan muslim, nabi juga tak pernah sekali pun melakukan gerakan kekerasan dan pemaksaan untuk memeluk agam islam, seperti yang tertulis dalam al qur’an la ikroha fid diin,,sehingga bila ada yang berpendapat bahwa menegakkan khilafah itu bisa dengan ikut parlemen bisa dengan merekrut kader dari yang non muslim adalah batil, dan adakah hujjah syar’I yang menyatakan bahwa hal tersebut benar???? Bukankah Allah berfirman dalam Al-qur’an janganlah sekali-kali menjadikan orang kafir itu teman kepercayaanmu???,
Dimulai ketika nabi menerima wahyu yang pertama kemudian beliau gemetaran dan minta diselimuti oleh khodijah istri beliau, dengan mengatakan zammiluni ya khodijah (selimuti aku wahai khodijah), setelah itu turunlah wahyu demi wahyu, kemudian nabi pun mengajak orang-orang terdekat beliau untuk memeluk Islam. Dan mereka masyhur dengan julukan As Sabiqunal Awwalun, Nabipun membina mereka di rumah Arqom bin Abil ArQom, metode inilah yang disebut dengan tatsqif atau pembinaan/pengkaderan.
Setelah terbentuknya kutlah/kelompok islam dalam jumlah cukup besar, nabipun melakukan tahapan yang kedua, yaitu berda’wah secara terang-terangan dengan berinteraksi dengan umat, tentunya hal ini menyebabkan banyak umat islam yang disiksa, seperti bilal bin rabbah yang ditindih batu besar, syahidnya keluarga yasir, sehingga rosulullah menginstruksikan mereka agar hijroh ke habasyah atau Ethiopia yang sekarang, karena di sana ada raja najasyi yang terkenal adil,
Ketika pemboikotan, penghujatan, penghinaan diterima oleh nabi beserta sahabatnya, datanglah pertolongan allah dengan adanya kaum Aus dan khozroj yang mereka bersedia melindungi seluruh kaum muslimin beserta jiwa, hartanya, juga kelangsungan hidup kaum muslim, mereka pun berjanji melindung nabi dan para pengikutnya, sehingga nabipun mengizinkan para sahabat pergi berhijrah duluan ke yatsrib atau madinah sekarang,, nabi berhijroh bukan karena takutakan siksaan kaum kafir Qurays, melainkan beliau telah melihat kesiapan Yatsrib untuk menerima Rosul dan Melindungi Rosul serta menta’ati Rosul juga kekuatan Islam yang ada disana, itulah yang dimaskud tholabun nusroh untuk penerapan hukum islam dalam segala aspek kehidupan,,selain itu nabi ketika di mekkah juga melakukan tholabun nusroh dengan adanya paman Abu Tohlib yang melindungi dan membela beliau dari siksaan kaum kafir qurays,,,mengingat bahwa Abu Tholib ialah orang yang disegani dan dihormati di Mekkah.
Begitulah seklias penjelasannya tentang mendirikan daulah islam sesuai dengan metode nabi, bukan dengan cara ikut parlemen, bukan pula dengan jalan pemberontakkan atau makar, oh ya , hampir lupa pembaca terhormat sudah berjuang belum untuk menegakkan daulah khilafah sesuai metode rosulullah?? kalau belum yuk berjuang, pahalanya luar biasa kawan, karena kelak ketika khilafah itu sudah ditegakkan dan hukum-hukum islam telah diterapkan secara sempurna ,dan kita mungkin sudah tiada kita akan mendapat amal jariyah dari apa yang kita perjuangkan dulu, sebab kita juga turut andil dalam menegakkan khilafah ini, beda hal kalau kalian gak berjuang, dan Cuma jadi penonton, dan jadi komentator yang menjelek-jelekkan perjuangan ini, lebih parahnya lagi kalau kalian menghalang-halangi atau meyiksa serta menghina pejuang khilafah islamiyah, maka kalian tak ubahnya ABU LAHAB ERA MODERN!!!
Kemungkinan besar nasib kalian juga seperti abu lahab yang digambarkan dalam surat al lahab sebagai berikut : “Binasalah kedua tangan Abu lahab dan sesungguhnya dia akan binasa, tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan. Kelak dia akan masuk dalam api yang bergejolak. Dan isterinya, pembawa kayu bakar, Yang di lehernya ada tali dari sabut.”
WALLAHU A'ALAM BI ASH SHOWAB

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar