Rabu, 08 Desember 2010

WAR ON ‘AIDS’…..!!!!

buletin al izzah ukki itats edisi ke 6

WAR ON AIDS…!! WAR ON AIDS…!! WAR ON AIDS..!!
Sobat ITATS, mari teriakan berulang-ulang kata diatas ... kenapa?
B’coz kita memang patut prihatin terhadap maraknya penyakit yang belum ketemu obatnya ini. Sebab di negerinya si unyil ini aja, kasus HIV-AIDS nggak kalah mengerikan dibandingkan kasus lain. Kalo diperhatikan trend angkanya tiap tahun naik. Sekarang aja yang kena udah 20 ribuan (dari data 31 desember 2009 adalah 19.973) dan yang masuk penyumbang terbesar kedua adalah kota surabaya –tempat ITATS berdiri- sehingga ibaratnya seperti bola salju yang kian kesini, kian membesar aja, dan siap-siap aja yang diem-diem bisa terlibas… hiiiii naudzubillah min dzalik.
Hmm…. Sobat, problem yang tengah mencekik batang leher ‘kehidupan’ kita nggak bisa dibiarin aja. Tapi harus dicari solusinya yang Tuntas-Tas yang menyelesaikan bukan menambah masalah baru. Yang pasti bukan untuk gua ataupun lu saja..!! tapi ‘kite’…ki… teee..!! coz mezkipun kita nggak ikut-ikut pergaulan bebas ternyata bisa kena juga. Catet…
WAR ON HIV-AIDS WITH ISLAM , WHY ??????
Kenapa sih dalam perang melawan HIV-AIDS pake bawa-bawa Islam segala? Kayak perang melawan teroris aja?
Gini Sobat, Islam adalah agama terakhir yang membawa rahmat seluruh alam yang mempunyai aturan yang menyeluruh dan mampu menyelesaikan setiap persoalan, termasuk persoalan di masa kini berupa HIV-AIDS, pemanfaatan teknologi atau masalah yang gaul-gaul. Nggak percaya?? Baca aja terus artikel ini.........................
Bentar....tahu nggak, apa itu penyakit HIV-AIDS ? So AIDS itu termasuk jenis “penyakit kelamin”, yang mungkin penularannya terjadi kalau ada interaksi antar manusia. Penyakit ini sangat mengerikan karena membunuh semua fungsi tubuh secara perlahan-lahan. Jika seperti itu, bukan berarti mereka nggak boleh interaksi/ berhubungan dengan manusia yang lain. Namun memang perlu penanganan khusus apalagi interaksi dengan lawan jenis. Masalahnya, interaksi yang ada disekitar kita udah bebas, liar, dan GJ alias nggak bisa bedain antara benar dan salah atau orang ODHA dan bukan. Hal ini semakin mendukung pesatnya berkembangnya HIV-AIDS.Nggak percaya coba pikirin deh ??
Klo liat remaja, pasti sepakat klo remaja sekarang doyan pacaran, kalo udah pacaran pakenya asas kebebasan alias HAM. Akibatnya mulai dari kissing, sampai ML (making love) pun mereka lakukan bahkan sampe ada yang jadi ayam abu-abu, ayam kampus, atau kupu-kupu malam atau malah jadi gigolo, homoseks, lesbi dan seterusnya. Klo ditanya kenapa ngelakuian itu? Biasanya alasanya HAM. Sementara yang udah married, karena derasnya arus pornografi dan pornoaksi akhirnya ikut-ikutan juga. So, kalo interaksi macam gini masih dipertahankan, maka omong kosong banget kalo kita bisa menyelesaikan masalah AIDS, karena aktivitas macam diatas itulah, sumber penularan AIDS. Meskipun mereka mengajukan solusi “seks aman”, itu ibaratnya hanya tambal sulam, nggak menyelesaikan masalah pokok, malah bisa jadi timbul masalah baru dan memperbesar masalah. Nggak percaya? Buktinya saat interaksi yang dipakai asasnya kebebasan dan HAM , trend data penyakit AIDS semakin naik, bukan malah turun. Apa masih kurang nih fakta? Klo solusi yang ditawarkan tidak berdasarkan Islam maka permasalahan akan semakin besar, bener nggak?
SO, WAR ON AIDS WITH ISLAM, PAS BANGET
So, karena akar masalah HIV-AIDS itu adalah pergaulan bebas atau aturan interaksi di tengah-tengah kita yang serba bebas dan tidak berdasarkan Islam. Maka aturan pergaulan yang serba bebas inilah yang perlu dirubah. Dirubah dengan apa? pastinya dengan seperangkat aturan Islam. Emang gimana Aturan pergaulan di dalam Islam ?
Yang pertama, Jangan mendekati zina: “Dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Isra 32). Mendekati zina aja nggak boleh apalagi berzina.
Yang kedua, tidak berduaan alias tidak boleh pacaran "Janganlah sekali-kali seorang laki-laki berkhalwat dengan seorang wanita, kecuali wanita itu disertai mahramnya." (HR Bukhari dan Muslim). Klo berdua-duaan yang ketiga .....
Yang ketiga, tidak menggoda dengan dandanan dan pakaian: “Wanita yang berpakaian tapi telanjang, mereka melenggak-lenggokkan tubuhnya dan kepalanya bagai punuk unta yang miring, mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mendapatkan keharumannya, meskipun harum surga itu dapat dicium dari jarak sekian dan sekian.”(HR Muslim).
Yang keemapat, menjaga iffah dengan pakaian islamy(pake Jilbab): “Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbab-nya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang."(TQS. al-Ahzab [33]: 59). Dan beberapa aturan yang lain.
Klo sobat liat aturan diatas, pasti deh ada sebagain sobat muda berfikiran sulit banget untuk nerapinnya. Klo sobat masih berpikiran sulit? wajar karena mindset (cara berpikirnya) sobat ternyata belum islami seperti cara berpikir kebanyakan manusia dewasa ini. Mereka memandang arti kebahagiaan dan kemuliaan adalah teraihnya banyak materi alias kaya, disanjung banyak orang alias terkenal, dan sejenisnya, punya pacaran kaya biar dapet getahnya begitu seterusnya. Akhirnya bukan berfikir solusi yang menyeluruh, namun individualis yang berdasarkan materi semata alias masih berfikir apa materi yang diinginkan bukan apa solusi yang harus dilakukan. Padahal, bagi seorang muslim arti kebahagiaan bukan teraihnya materi, but teraihnya ridhlo Allah. Allah yang ngasih kita makan, jasad, dan kehidupan bahkan yang memberikan segala materi yang kita miliki. sementara ridlo itu bisa nyampe ke kita, kalo di setiap melakukan aktivitas selalu sesuai dengan syariat-Nya, dan Ikhlas karena-Nya, bukan melakukan aktivitas terserah kita kayak pacaran, ngubar aurat dijalan, atau berzina. Karena bagi muslim, hidup tidak hanya berhenti di dunia, tapi berlanjut ke akhirat, justru disanalah kita akan mempertanggungjawabkan semuanya.
So sebenarnya yang dikatakan orang yang lebih bahagia yang mana ? Dapat materi dan nggak dapet ridho Allah alias dapet balasan yang buruk di akhirat atau dapet materi plus penyelesaian masalah plus keridhoan Allah plus dapat Surga ? coba deh pikir....
Agar hidup kita bahagia, maka amal/aktivitas kita ketika dunia, harus senantiasa terikat dengan syariat-Nya, menjalankan segala perintah dan menjuhi segala laragan, alias ketakwaan itulah patokan kita. Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya kalau mereka beriman dan bertakwa, (niscaya mereka akan mendapat pahala), dan sesungguhnya pahala dari sisi Allah adalah lebih baik, kalau mereka mengetahui.” (QS. Al Baqarah 103).
Maka mainset bahwa kebahagian dan kesejahteraan akan tercapai jika diterapkanya Islam juga harus dimiliki oleh negara yang menerapkan aturan atau system kepada masyarakat. Kalo sistemnya rusak alias nggak bisa ngasih pelayanan, perlindungan, maka sudah bisa dipastikan, warga negaranya akan ikut rusak. Untuk itu dibutuhkan system yang bisa ngasih solusi tuntas sekaligus ngasih proteksi buat umat agar tidak timbul penyakit-penyakit baru selain AIDS. So, negara seharusnya menutup peluang apapun yang bisa memunculkan tertularnya penyakit AIDS itu seperti lokalisasi, memberikan perhatian terhadap nasib rakyatnya, agar mereka tidak memilih pekerjaan sebagai pelacur, memberikan solusi bagi yang muda agar bisa menikah dengan mudah, serta mendapat pekerjaan atau penghasilan agar bisa cepet nikah. Solusinya itu adalah ISLAM.
Artinya semua itu hanya bisa direalisasikan jika diterapkan syariah Islam. Yang telah terbukti mampu menyelesaikan persoalan manusia mulai di masa Rasulullah Saw hingga tahun 1924, Selama 1300 tahun dan selama itu sejarawan mencatat “hanya” terjadi 200 kasus kriminal, ini sekaligus membuktikan bahwa system yang asalnya dari Allah tidak akan pernah diragukan bisa menyelesaikan masalah: “APAKAH HUKUM JAHILIYAH YANG MEREKA KEHENDAKI, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?” (QS Al Maidah 50).
The End ...........So, Ayo Gaul sehat dan Syar’i tanpa HIV-AIDS dengan penerapan Syariah Islam. Let Go !!!! [ukki-itats]
Wallahu’alam bis showab.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar