Sabtu, 27 November 2010

BOOM AIDS

BULETIN AL-IZZAH UKKI ITATS EDISI KE 5

Kita gak mungkin pernah ketinggalan satu haripun dalam tiap bulannya, gak terkecuali tanggal 1 desember, iya kan? en pasti tau donk ada apa tanggal 1 desember? Yaiyalah tau, secara gue mahasiswa gitu! Hari AIDS sedunia kan? Yups bener banget, seratus dech buat kamu yang menjawab. (Penulis lagi baek hati nie,hehe)
Yuk kita rileks bentar (tarik nafas – buang nafas – tarik lagi – buang lagi,cukup!), weleh-weleh mau baca bulletin aja ribet amat. (Jangan esmosi dulu, nie cara biar ntar pas udah baca gak pingsan). Siap? Bismillah…

AIDS, apa itu ?
Sebenarnya gak dijelaskan disinipun kita udah pada tau apa itu AIDS, iyakan ? (Kaum intelektual gitu loch paling update masalah ginian). Ya…buat ngingetin lagi. Its ok lah!
AIDS atau bahasa ribetnya Acquired Immune Deficiency Syndrom adalah sekumpulan gejala penyakit, yang timbul karena turunnya kekebalan tubuh dan disebabkan oleh virus mematikan yang kita kenal dengan nama HIV ( Human Immunodeficiency Virus ) yang masuk ke tubuh dan menyerang salah satu jenis dari sel-sel darah putih yang bertugas menangkal infeksi.
Bahasa sederhananya nie, kalo seseorang udah terjangkit virus HIV dan positif AIDS maka dia gampang banget terkena penyakit. Pernah terkena penyakit ringan semisal flu, batuk, pilek, sariawan atau diare, kan? (wah,penyakitan nie kayaknya,hehe). Itukan contoh penyakit-penyakit yang biasa (gak terlalu berbahaya) bagi orang normal, tapi akan menjadi luuuuaaarrr biasa bahkan berakibat fatal kalo yang mengalaminya adalah si penderita AIDS. Penyakit-penyakit itu akan bertahan lama di tubuh si penderita AIDS karena melemahnya kekebalan tubuh. Bahkan gak jarang penyakit ringan itu bisa mengantarkan si pengidap AIDS hingga ke liang kubur alias wafat.
Truz, Gimana penularannya? Biasanya AIDS menular lewat cairan-cairan di dalam tubuh seperti; darah,sperma,vagina en air susu ibu. So, aktivitas-aktivitas yang bisa ngantarin pindahnya cairan tersebut dari tubuh si penderita AIDS ke orang lain adalah:
Pertama, 3-5% dari transfusi darah dan 5-10% melalui jarum suntik. Untuk darah, tentunya kalo darah yang dipake untuk transfusi itu udah tercemar virus HIV. Bisa juga lho lewat pemakaian jarum suntik yang sudah tercemar HIV, yang dipake gantian tanpa disterilkan, misalnya jarum suntik yang dipake di kalangan pengguna narkotika suntik. Bisa juga dari pemakaian jarum suntik yang berulangkali dalam kegiatan lain, misalnya; penyuntikan obat, imunisasi, atau dari pemakaian alat tusuk yang menembus kulit, misalnya; alat tindik, tato, dan alat facial wajah. Hiii…seremnya lebih serem dari setan!
Kedua , 75-85% penularan lewat cairan sperma dan cairan vagina melalui hubungan seksual. 5-10% melalui homoseksual. Tragisnya nie, sang virus menyerang siapa aja yang gak terlibat langsung dalam kemaksiatan, seperti ibu-ibu yang suaminya tukang ‘jajan' dengan para (maaf) pelacur.
Ketiga, celakanya lagi kalo seorang ibu tubuhnya udah terinfeksi HIV dan sang ibu punya anak yang masih minum ASI alias menyusu, bisa dipastikan anaknya tertular HIV.(Ciloko tenan!). Kemungkinan penularan dari ibu ke bayi (Mother-to-Child Transmission) ini sekitar 30persen-an, artinya dari 10 kehamilan ibu penderita HIV positif kemungkinan ada 3 bayi yan€g lahir dengan HIV positif. Kasihan banget ya?!
Ogah banget wafat karena AIDS. Eitss, tapi jangan salah bro en sis…gak sedikit lho remaja yang justru mengantarkan dirinya menuju AIDS, gak percaya? mari kita buktikan! lanjut…

Kasus AIDS sepanjang tahun.
Pengidap HIV/AIDS di dunia yang telah meninggal lebih dari 25 juta dan saat ini dunia mempunyai lebih dari 33 juta ODHA (Orang dengan HIV/AIDS). Pertambahan jumlah penderita di Asia terjadi paling cepat di Indonesia dari tahun ke tahun.
Dari data kuantitatif tercatat, tahun 1987 jumlah penderita HIV/AIDS sebanyak 5 kasus en cuma dalam waktu 10 tahun, bertambah menjadi 44 kasus. Dan tiba-tiba pada tahun 2007 penderita HIV/AIDS melonjak menjadi 2.947 kasus dan meningkat hingga 8X lipat yaitu sebanyak 17.699 kasus. Data KPAN (Komisi Penanggulangan AIDS Nasional).
Kalo kita lihat data Yayasan AIDS Indonesia (YAI), jumlah penderita HIV/AIDS di seluruh Indonesia per Maret 2009, mencapai 23.632 orang. Angka ini meningkat tajam bila dibandingkan jumlah penderita HIV/AIDS sepanjang 2008 yang mencapai 22.262 orang.
En tau gak, 58% penderita HIV/AIDS di Indonesia adalah usia produktif, antara 15 mpe 29 thn. (Kayaknya emank remaja berlomba menggali lubang kuburnya lewat AIDS). Parahnya lagi yang tua gak mau ketinggalan, 27% penderita HIV/AIDS diwakilkan oleh usia antara 30 mpe 39 thn. Na’udzubillaah …
Tentunya angka ini ibarat fenomena gunung es, yang keliatan cuma permukaannya doank. Angka yang beneran pasti jaaauuuh lebih besar, kenapa? Coz, OHDA gak mau periksain diri coz takut dan malu, so masih banyak yang belum terdata.

AIDS: Akibat Sekularisme-Liberalis bin Kapitalis
Penyakit yang satu nie udah lebih dari 29 tahun bikin heboh sekaligus bikin ketar-ketir penduduk bumi. Coz sampai sekarang AIDS memang belum bisa diobati secara medis, mungkin yang bisa dilakukan adalah pencegahan. Usaha pemerintah mengambil strategi yang dipake oleh UNAIDS en WHO tapi gatot alias gagal total adalah kondomisasi 100%, pemberian metadon & jarum suntik steril en pengistewaan ODHA. Bahkan sudah secara resmi program pemerintah dituangkan dalam paradigma kesehatan reproduksi, yakni melalui kampanye ABCD. A artinya Absentia atau jangan berhubungan seks sama sekali kalo gak mau terkena HIV/AIDS. B atau Be faithful artinya setia pada pasangan. C alias Condomisasi, bagi siapa aja yang gak bisa ngelakuin cara A dan B dipersilakan memakai kondom en D atau Drugs, artinya jangan pake narkoba. Tapi hasilnya? serangan AIDS makin menggila, meski tiap tanggal 1 desember diperingati hari anti AIDS se-Dunia, kampanye en upaya tuk menanggulangi HIV/AIDS getol digelar supaya orang menyadari bahaya HIV/AIDS, nyatanya jumlah penderitanya gak berkurang. Fakta membuktikan sebaliknya, AIDS makin ningkat. Beneran gaswat !
Yuk kita analisa satu persatu strategi gatot yang diambil pemerintah.
Fakta 1. Virus HIV memiliki diameter 1/250 mikron sedangkan pori-pori kondom sebesar 1/60 mikron (itu kalo gak merenggang, kalo merenggang pori-porinya bisa menjadi 10X lebih besar. Waw !).(Laporan dari konferensi AIDS Asia Fasifik di Chiang Mai, Thailand, 1995. Penelitian Carey, 1992. Dari Division of Pshysical Sciences, Rockville, Maryland-USA). Lah, kalo pori-pori kondom aja lebih besar dari HIV, truz gimane ceritane bisa gak tertular HIV?! Bener-bener solusi yang gak masuk akal alias ngawur.com! udah tau gitu, kenapa pemerintah ngambil solusi ini? Solusi nie gak jauh-jauh dari otak orang-orang kapitalis yang mandang semuanya dari segi manfaat (menghasilkan keuntungan). Kalo solusi nie ada untungnya ya diambil. Faktanya industri kondom menghasilkan keuntungan yang besar dari hasil penjualan kondom dengan modal kecil karena bahan pembuatan kondom yang terbuat dari plasenta babi sehingga harganya sangat murah.
Dengan kondomisasi para pelaku zina dibikin tenang, nie juga cara pemerintah tuk melegalkan lokalisasi perzinaan. Faktanya lokalisasi perzinaan adalah penghasilan bagi negara, pajaknya besar uey… Duit dapat rakyat melarat.
Fakta 2. Pemberian metadon & jarum suntik steril pada pecandu narkoba.
Tau apa itu metadon? Metadon adalah obat pengganti narkoba. Biar kate pengganti tapi tetap aja bikin kecanduan, faktanya metadon juga memiliki efek adiktif. (Bagian Farmakologi, Fk.UI, Jakarta 2003).
Kalo Yang atu ini nie solusi yang gak kalah ngawurnya, pemberian jarum suntik steril! Hah? Mestinyakan orang yang udah kecanduan narkoba dibantuin semaksimal mungkin biar gak kecanduan lagi. E..ternyata, eh ternyata, pemerintah malah ngasih alatnya (jarum suntik steril). Patut dipertanyakan nich, sebenarnya pemerintah niat gak sich mau nolongin?!
Belum lagi pengistewaan ODHA.
Siapa coba yang mau dapat bagian virus HIV dari pelaku maksiat? Ayo, unjuk jari! Yakin dech ketika pertanyaan semacam nie dilontarkan pasti semua jari pada dikepal,hehe. Pasti bin kudu gak ada yang mau walau dikasih bagian sedikiiiiiit.
Maunya kita beda dengan pemerintah. Kalo kita gak mau tertular, pastinya ODHA kita dikucilkan dari masyarakat biar mereka sadar kalo yang dilakuin itu salah besar. Yang dilakukan pemerintah malah sebaliknya, pemerintah meminta kita supaya OHDA diistimewakan. Sebenarnya sadar gak sich atau jangan-jangan pemerintah sambil tidur ngebuat strateginya?! Tapi apalah daya kita gak punya kuasa apapun. Demokrasi dari, oleh dan untuk rakyat, cuma slogan.
Jelas banget kalo Kampanye ABCD udah gagal total, gimana mau mengatasi HIV/AIDS, lah wong mengerem laju HIV/AIDS aja gak bisa, malah makin memperbesar angka penderita ODHA. Dengan kampanye kondomisasi masyarakat seolah-olah diajari tuk melakukan seks bebas karena sudah dijamin aman dari HIV/AIDS asal memakai kondom padahal fakta membuktikan sebaliknya HIV dapat menembus pori-pori kondom. Metadon yang murah dan mudah didapatkan dan pengidap AIDS yang di istimewakan,gak nyelesain masalah. Ini jadi PR buat pemerintah,coz ini semua emank udah jadi kewajiban pemerintah

Islam punya solusinya
Diakui atau gak, akar masalah berkembangnya penyakit HIV/aids adalah pergaulan yang menyimpang dari ketentuan Allah Swt yaitu pergaulan bebas. Paham/ideologi pemisahan antara agama dengan kehidupan (Sekulerisme) yang melahirkan gaya hidup liberal (bebas) adalah akar permasalahan dari semua masalah kehidupan yang ada saat ini –termasuk masalah HIV/aids-. Negara memberi kebebasan kepada siapa aja untuk berbuat apa aja selama gak mengganggu hak orang lain -sekalipun perbuatan itu melanggar syari’at islam- salah satunya adalah free sex yang dilakukan atas dasar suka sama suka. Dilegalkannya lokalisasi perzinaan oleh pemerintah semakin memperparah masalah yang ada. Ini nie yang menyebabkan makin berkembangnya HIV/aids. Maka inilah yang terjadi ketika kita jauh dari islam.
Pahamilah firman ALLAH SWT Yang Mulia :
“ Telah nampak kerusakan di darat dan di laut karena perbuatan tangan manusia “ (QS.Ar-Ruum :41)

Yang harus dilakukan -gak boleh gak- oleh pemerintah adalah:
Pertama, menutup lokalisasi yang menjadi lokasi berisiko tinggi terjadi perpindahan virus HIV ini, dan memberi hukuman tegas bagi para pezina.
“Pezina perempuan dan pezina laki-laki deralah dari masing-masing keduanya seratus kali“ (QS. An-Nuur : 2)
Hal itu cuma bisa diwujudkan kalo aturan yang dipakai adalah syari’at islam. Dan syari’at itu hanya bisa dilaksanakan dalam sebuah institusi negara yaitu Daulah Khilafah.
Kedua, penularan HIV/AIDS yang kebanyakan melalui jarum suntik pecandu narkoba, juga melanggar larangan Allah Swt. Karena itu, upaya preventif penularan HIV/aids adalah dengan meninggalkan gaya hidup liberal (bebas) yang menyimpang dari syari’at Islam. Bukan malah mensubtitusi narkoba dengan metadon.
“Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.”(QS. Al-A’Raaf: 96)

Please, Jangan Phobia Islam
Kita udah panjang lebar ngebahas tentang AIDS, penularannya, penyebabnya solusi gatot pemerintah dan solusi sempurna islam dari Sang Maha Sempurna . Udah tau itu semua, truz apa yang harus kita lakukan? cuma diam? hentikan diam kita!
Ngaku atau gak, banyak remaja islam yang phobia dengan islam, padahal informasi semacam ini cuma bisa kita dapatin kalo kita mau mengkaji islam. Jangan mau terus-terusan menjadi korban dari hal-hal yang gak kita lakukan. Jangan terus-terusan menjadi remaja bebek yang kalo orang bilang A ikut A, kalo orang bilang B ikut-ikutan B seperti bebek yang selalu ikut kemanapun rombongannya pergi tanpa tau dimana tujuannya. Jangan sampai sangking ‘lugu’nya (lugu atau bebek nie?) kita malah ikut-ikutan mengkampanyekan solusi ‘sesat’ ABCD.
SAATNYA MELAKUKAN PERUBAHAN, REMAJA (MAHASISWA) AMBIL PERAN, JANGAN JADI PENONTON! BARENG-BARENG MENGKAJI ISLAM, SATUKAN BARISAN! MENERAPKAN ISLAM, MENEGAKKAN SYARI’AH DAN MENDIRIKAN KHILAFAH.
“Dan hendaklah diantara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebaikan, menyeruh (berbuat) yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung”. (QS. Al-Imron : 104).
Wallaahua’lam bi ash-showwab

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar