Kamis, 28 Oktober 2010

al izzah edisi ke 2

“Perkara ini (Islam) akan merebak ke segenap penjuru yang ditembus malam dan siang. Allah tidak akan membiarkan satu rumah pun, baik gedung mau pun gubuk melainkan Islam akan memasukinya sehingga dapat memuliakan agama yang mulia, dan menghinakan agama yang hina. Yang dimuliakan adalah Islam dan yang dihinakan adalah kekufuran.” (HR Ibnu Hibbban, dalam kitab shahihnya)
Subhanallahu… mantep banget hadist diatas jeh, merinding ku membacanya euy.. kau pun juga demikian kan.. ..??So.. pastilah dan so iyee lha. Iyaa kan…?? Karena ku disini pun so tahu.. bukan sok teu.. ehehhe.Tapi kayak’e biar kita nggak hanya merinding ‘disco’ dengan air mata nie alias terharu tho ae. Maka sudah seharusnya dan sepatutnya kali yaa… kita mengangkat 1 hal yang akan mengajak kiat berpetualang out of box lagi, untuk mencerna setiap kata per kata yang akan sodara baca. Mantapz..???Yuhuuu…, ini die maksud eike kawan.. biar janji Allah diatas nggak hanya mandek dengan kata –percaya- saja. Layaknya –percaya- kita akan adanya surga tanpa ada upaya kita yang membuat kita pantas memasuki surga. Maka mungkin hal itu masih sebatas impian. Seperti ikan bakar yang sudah pasti bisa disantap tapi yang pengen nyantap hanya bisa membayangkannya diatas tempat tidur bersama si guling. Weleh.. welehh..
Emm.. sssttt… ternyata ada sebuah jawaban indah yang diberikan Allah kepada ane dan ente2 semua kalo “Allah itu nggak bakalan rubah nasib kita sebelum kita merubah apa-apa yang ada pada diri kita”. Ar Rad ayat ke 11 bisa menjadi peluru keyakinan kita untuk berubaaahhh… bukan menjadi pahlawan bertopeng lho yee.. tapi menjadi orang yang lebih baik dan terbaik karena memang kitalah umat terbaik. So cweett… Soo.. Apa yang harus kita upayakan tuk menyambut nashrullah juga janji Allah tentang kemuliaan dien yang kita genggam ini..?? Apa hanya dengan baca nih tulisan, atau membuangnya di tong sampah.. (kejam nya nah.. ). Maka jawabannya tak lain dan memang luar dari pada yang lain. Bahwasannya kita harus terus berupaya menyebarkan dakwah, membela dan memperjuangkan diterapkannya kembali Islam sebagai Ideologi bukan sebatas menyeru untuk shalat, zakat ataupun haji. Karena Islam memang lebih dari itu… yang mana tlah mengatur seluruh aspek kehidupan dari dulu sampe jaman kita yang udah mulai tuirr nie… Meskipun tekanan secara fisik belumlah puncak seperti yang dialami saudara kita di Palestina, Irak, Afghanistan, Uzbekistan, Kashmir, Moro dan belahan dunia lainnya yang bergolak,
tapi jangan salah karena tekanan mental kerap menggoda semangat perubahan dan juang kita.
Dirintis Rasulullah SAW
Kita sudah sama-sama tau bahwasannya perjuangan menegakkan agama Allah ini sudah dirintis oleh Nabi kita sejak awal penyebaran Islam. Rasulullah Saw tak pernah gentar menghadapi para pembesar Quraisy yang seringkali melakukan penekanan. Rasululah Saw telah memberi contoh bagaimana kuatnya tekad beliau dalam memperjuangkan tegaknya agama Allah ini. Ketika dakwah beliau dirasa meresahkan kalangan penduduk Quraisy waktu itu, beberapa tokoh mereka mendatangi paman Rasul, Abu Thalib, untuk meminta keponakannya itu menghentikan dakwahnya. Namun apa yang dikatakan Rasulullah Saw…??
“(Paman), demi Allah, seandainya mereka meletakkan matahari di tangan kananku dan rembulan di tangan kiriku agar aku meninggalkan urusan (dakwah) ini, aku tidak akan meninggalkannya sampai Allah memenangkan agama ini atau aku hancur karenanya.”
Kawan, kita pantas berbangga pula, bahwa apa yang dirintis oleh Rasulullah Saw ini kemudian dilanjutkan generasi berikutnya sampai sekarang. Yup, kita memiliki ribuan, bahkan jutaan pejuang yang siap mengorbankan waktu, tenaga, pemikiran, harta, dan bahkan nyawanya untuk Islam.
Inilah kenapa kita menyebutnya, “Kartunya satu, ATM-nya banyak!” Eh, maksudnya “Islamnya satu, pejuangnya banyak”. Iklan banget ya?
Satukan Perjuangan!
Apa yang akan kita perjuangkan? Jelas Islam rek! Bukan yang lain. Islam yang kayak gimana? Hehehe… Islam ya Islam. Emangnya Islam ada berapa??
Lho, itu kan ada Islam Muhamadiyah, NU, Salafi, Jamaah Tabligh, Ikhwanul Muslimin, Hizbut Tahrir, al-Muhajirun, Majelis Mujahidin Indonesia, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Bulan Bintang dan ratusan partai politik dan kelompok dakwah lainnya. Hehehe… jangan bingung. Deretan nama yang ditulis tadi sekadar kendaraan aja. Kendaraan perjuangan! Nggak lebih dari itu deh.
Nah ini die,, udah kita tau sendiri kan bahwasnnya di antara kita. Banyak yang warna-warni bendera dari masing-masing kelompok perjuangan Islam, bahkan ada yang asem-manis-asin kayak permen Nano-Nano dalam model perjuangannya. Tapi biarin deh, yang penting harus satu yang kita perjuangkan, yakni Islam. Keragaman ini kudu dijadikan sebagai asset perjuangan yang moga-moga saja sinergis. Saling melengkapi deh. Kecuali… Neh kecualinya yang perlu ditekankan yaitu kelompok2 yang udah JELAS menyimpang dengan menyebut dirinya sebagai utusan Allah, Nabi yang terakhir, dan kesesatan2 yang benar-benar mengahancurkan aqidah umat. Ku pikir tak perlu kita perbicangkan karena udah jelas-jelas sesat dan menyesatkan……!!!
Nah gimana dengan yang nano-nano tadi..?? Jawabannya Itu soal ijtihad en kebijakan kelompok perjuangan Islam aja. Nggak terlalu bermasalah. Meskipun kalo ada yang menyimpang, ya kita saling mengingatkan dunk. dan tentunya kudu lapang dada ye buat yang merasa telah menyimpang dari ajaran Islam. Lha iya, masa’ masih keukeuh berjuang untuk Islam kalo caranya salah? Nggak asyik tuh! Oke deh, saling menasihati dan mengingatkan ya. Namanya juga ama sodara. Tul nggak rek? Jangan sampe malah berantem nggak jelas juntrungannya.
Malu…!! En jangan lupa kembali lagi ditundukkan hanya pada syara’ bukan pada kejeniusan maupun nafsu manusia semate…!! Selain itu, kaum muslimin juga tersebar di seluruh penjuru dunia dengan lebih dari 50 negara. Perlu dicatat pula bahwa banyaknya negeri muslim, selain sebagai asset perjuangan, ini juga kendala untuk menyatukan. Kenapa..?? Karena masih banyak yang merasa satu sama lain bukan sebagai saudara meski sama-sama muslim. Inilah buah pengkotak-kotakan yang berhasil dilakukan Barat untuk mencerai-beraikan persatuan kaum muslimin.
Kita, adalah kaum muslimin yang satu. Udah sepantasnya juga memiliki perjuangan yang satu, yakni tegaknya Islam di muka bumi ini untuk melanjutkan kembali kehidupan Islam. Pokoknya, diterapkannya Islam sebagai ideologi negara di bawah naungan Khilafah Islamiyah. Dengan kembali tegaknya Khilafah Islamiyah, akan dapat diterapkan syariat Islam yang berfungsi sebagai mu’alajat li masyakil al-Insan (pemecahan problem-problem manusia). Dengan kembalinya Khilafah pula, akan dapat dilangsungkan kembali metode yang shahih untuk menyebarluaskan Islam ke seluruh penjuru dunia, yaitu dakwah islamiyah dan jihad fi sabilillah. Semua ini insya Allah akan segera terwujud dengan upaya dan perjuangan kita bersama-sama, walaupun kita maklumi banget, bahwa orang-orang kafir pasti membencinya. Firman Allah Swt : “Mereka hemdak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahayaNya meskipun orang-orang kafir benci.” (QS ash-Shaff [61]: 8)
Yukz.. Bangkit saudaraku..
Pastinya kita nggak mau dong jadi orang yang punya semangat minimalis. Qanaah boleh saja, tapi jangan sampe merasa puas dengan kondisi kita sekarang ini lagi ada di bawah nih. Kan aneh dong kalo nggak mau bangkit. Tul nggak sih? Kamu yang gagal lulus ujian, kamu yang gagal melamar kerjaan, termasuk kamu yang gagal menjadi menantu, jangan putus asa. Masih ada hari esok untuk kita. Tapi tentunya, hari esok yang lebih baik tak akan pernah ada bagi mereka yang malas untuk bangkit.
Sampai kamu nangis Bombay or nangis dayak sekali pun, tetep aja nggak bakal berubah kalo kamu nggak berusaha untuk mengubah.
Bangkit itu perlu, bahkan wajib. Apalagi bila kita bicara tentang masa depan Islam. Ya, Islam. Agama yang selama ini kita anut, belum kembali ke puncak kejayaan setelah mengalami kemunduran. Dan yang berperan selama ini-disaat maju dan mundur-adalah kita, kaum muslimin.
Ayo, jangan takut, jangan minder, dan jangan malu en males jadi pejuang Islam.
Tetep semangat berjuang sampai akhir hayat. Ehm, kalo dalam bahasanya White Lion sih: Till Death Do us Part. Wallahu ‘alam bishawwab. []ukkiitats

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar