Minggu, 22 Agustus 2010

SHOLAT SUNNAH TAROWIH

Yuk belajar tentang sholat tarowih, sungguh seorang ‘alim itu lebih berat digoda syaiton daripada seribu ahli ibadah yang tidak berilmu
Sholat sunnah tarowih ialah sholat sunnah yang dilakukan pada malam hari bulan romadhon yang dilakukan secara sendiri ataupun berjama’ah. Dinamakan Tarowih karena bagi yang mengerjakannya merasakan rilek (istirahat), lantaran panjang mereka berdiri, tiap kali sesudah salam pada setiap dua roka’at.
Sholat tarowih disebut juga qiyamu romadhon dasar melaksanakan sholat tarowih sebagaimana dalam hadits nabbi, yang diriwayatkan oleh al-bukhori dan Muslim, dari Abu Huroiroh RA, dia Berkata: Sabda Rosulullah SAW:
من قام رمضان ايما ناواحتسابا غفرله ماتقدم من ذ نبه
Membacanya : man qoma romadhona imanan wahtisaban ghofiro lahu ma taqoddama min dzambihi
Artinya : “ Barangsiapa melakukan Qiyamu Romadhon dengan rasa iman dan ikhlas, maka diampuni dosanya yang telah lewat”
Jumlah bilangan sholat tarawih ada yang delapan roka’at (8) roka’at dengan 3 roka’at witir, inilah yang dilakukan Nabi Muhammad SAW, sedangkan yang 20 roka’at dengan 3 roka’at witir adalah mengikuti Kholifah Umar bin Khottob RA. Pelaksanaannya ialah tiap 2 roka’at sekali salam.
Menurut Siti Aisyah (istri Nabi SAW) bahwa beliau SAW. Tidak pernah sholat malam pada bulan romadhon lebih dari sebelas roka’at, sebagaimana hadits dibawah ini :
“Dari Aisyah katanya: Bahwa Nabi SAW tidak pernah menambah sholat sunnahnya pada suatu malam, baik dalam romadhon maupun lainnya lebih dari sebelas roka’at.”
Sementara itu, al-Baihaqi dan lainnya dengan isnad Shohih (2/496) meriwayatkan:
انهم كانوا يقومون على عهدعمربن الخطاب رضى الله عنه فى شهر رمضان بعشرين ركعة
Membacanya : annahum kaanu yaquumuuna ‘ala ‘ahdin ‘umarobnilkhottobi rodhiyallahu ‘anhu fi syahri romadhona bi’isyriina rok’atin
Artinya : “Bahwasannya kaum muslimin pada masa pemerintahan Umar bin khottob RA melakukan sholat pada bulan Romadhon 20 roka’at”
Tetapi, Imam Malik dalam Muwathto’nya (1/115) meriwayatkan:
كان الناس فى زمن عمريقو مون فى رمضان بثلا ث و عشرين ركعة
Membacanya : Kanan naasi fi zamani ‘umaro yaquumuuna fi romadhoona bitsalatsin wa ‘isyriina rok’atin
Artinya: “Pada masa pemerintahan Umar, kaum muslimin melakukan sholat di bulan romadhon 23 roka’at.
Oleh sebab itu, kedua riwayat ini dilakurkan oleh al-Baihaqi, bahwa yang tiga roka’at adalah sholat witir.
Dijelaskan rahasia 20 roka’at dalam kitab fathul Mu’in bahwa sholat sunnat rowatib mu’akkad yang diluar romadhon ada 10 roka’at, maka di bulan Romadhon bilangan itu dikalikan, sebab Romadlon adalah waktu kesempatan hati dan juga siap siaga.
Mengenai nanti anda memilih siapa, lebih baik anda paling meyakini (mantap) yang mana kemudian anda tanyakan kepada Ustadz/kyai yang menurut kalian bisa dipercaya, kalau nanti mantap yang 10 roka’at ya silahkan, kalau yang 20 roka’at juga silahkan.
Namun kalau saya sendiri memilih yang delapan roka’at, sesuai dengan apa yang dicontohkan Nabi SAW, karena memang Nabilah sebaik-baiknya tauladan, Laqod kana lakum fii rosulillahi uswatun hasanah.
WALLAHU A’LAM BI ASH-SHOWAB

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar