Sabtu, 14 Agustus 2010

KALAMUNA LAFDZUN MUFIDUN KASTAQIM

Saya menulis ini dengan memohon kepada Allah SWT semoga tulisan terkait pelajaran bahasa Arab ini dan seterusnya bisa menjadi tulisan yang bermanfaat dan menjadi rujukan amal yang menemani saya kelak di sautu perjalanan yang sangat panjang setelah kefanaan dunia ini berlalu, Amiin.. sholawat serta salam senantiasa tersampaikan kepada NAbi Muhammad SAW , beserta keluarganya juga shohabatnya serta setiap umat islam yang senantiasa berjuang melanjutkan kehidupan Islam dan mengembalikan kejayaan Islam.
bacaan alfatihah saya khususkan kepada ulama' besar ahli nahwu syekh ibnu malik yang bukunya ALFIYYAH telah menjadi rujukan banyak orang dari zaman daulah abbasiyah di baghdad hingga saat zaman jahiliyah modern kini, dan mungkin sampai ketika khilafah tegak kembali nati, insya Allah biidznillah.
Belajar bahasa arab itu KEWAJIBAN bagi umat muslim kawan, sebagaimana telah kita ketahui, bahwa ajaran islam sumber pokoknya dari alqura'n dan al hadits, kedua sumber itu berbahsa arab. Maka oleh karena itu, berkewajiban pula mempelajari sampai mengerti dan menguasai bahsa arab dengan segala tata bahasanya. , sebagaimana kaedah ushul fikih, Mala yatimmul wajib illa bihi fahuwa wajibun. (Artinya: setiap perkara yang tidak sempurna mengerjakan sesuatu kewajiban kecuali dengan sesuatu hal, maka sesuatu hal itupun wajib pula) begitu juga dengan kondisi saat ni ketika tiadanya khilafah maka syari'ah yang ada tidak bisa diterapkan secara kaffah, maka Iqomatid daulah khilafah hukumnya WAJIB pula!!!
di dalam belajar bahasa Arab dalam kitab Alfiyah karya Syekh Muhammad bin A. Malik Al-Andalusy dimulai dari pengertian kalam, maka dari itu saya memulainya dari pengertian Kalam.
كلا منا لفظ مفيد كاستقم واسم وفعل ثم حرف ن الكلم
menbacanya : “Kalamuna lafzhun mufidun kastaqim wasmun wafi’lun tsumma harfunil kalim”.
Artinya : “Kalam menurut kita (ulama nahwiyyin/ulama ahli nahwu) adalah lafazh yang berfaedah (bisa dimengerti) seperti lafadz استقم (istaqim) dan isim, fi’il kemudian harf adalah Kalim.”
Dari pengertian itu jelas bahwa Kalam adalah suatu lafazh yang berfaedah, maksudnya berfaedah disini ialah bisa dimengerti oleh orang yang mendengarnya. Atau oleh orang yang diajak berbicara olehnya.
Contohnya seperti lafazh استقم (istaqim) tadi pasti orang yang diajak berbicara mengerti apa maksudnya, yaitu menyuruhnya bersikap lurus, atau yang berupa kata tanya seperti دورمن الان؟ (dauro man al aan?) artinya giliran siapa sekarang? Maka ini juga bisa disebut kalam karena orang yang diajak omong mengerti (lafazh yang berfaedah). Contoh lainnya ialah :ان جد و جد
(in jadda wa jadda) artinya jikalau bersungguh-sungguh maka berhasil. Ini jika disebut kalam, karena kalimat tersebut berfaedah atau bisa dimengerti.
Namun bila kata tersebut Cuma ان جد (jikalau bersungguh-sungguh) maka tidak bisa disebut kalam, karena orang yang diajak omong tidak bisa mengerti apa maksudnya. Dan itu juga tidak bisa disebut kalim karena tidak terdapat fi’il, harf juga isim.
Pengertian Kalim menurut nadhoman/syair dalam kitab alfiyah tersebut ialah terkumpulnya isim, fi’il dan harf. Ada juga yang mengatakan bahwa kalim ialah sesuatu kalimah yang tersusun dari 3 kata/lebih baik berfaedah atau tidak. Misalnya : ان قا م محمد (in qooma muhammadun) artinya jikalau muhammad berdiri, maka kalimah tersebut bisa disebut kalim karena terdiri dari 3 kata jjuga terdapat harf, fi’il juga isim. Perinciannya ان = harf, قا م= fi’il dan محمد = isim. Namun kalimah tersebut bukan kalam, karena tidak berfaedah.


  1. Kalimat yang termasuk Kalam tapi bukan kalim : استقم ,المدرسة كبير , انا فرحان (saya gembira)
  2. Kalimat yang termasuk kalim tapi bukan Kalam : ان قا م محمد, من قال اناعالم
  3. Kalimat yang termasuk Kalam dan kalim : ان جد و جد, دورمن الان؟, الان جاءدورى
  4. (sekarang giliran saya), لما ذ تتعلم اللغة العربية؟, من قال ان عا لم فهو جاهل
  5. Yang bukan kalam juga kalim : الباب,زوجة,لسان


Itulah sekilas tentang Kalam juga kalim, Bila terjadi kekurangan maka maafkan saya sekalian dibetulkan karena baru sampai disitu kemampuan saya, adapun segala kebenaran, maka kebenaran itu datangnya dari Allah dan kesalahan itu asalnya dari saya. Dan bolehkah saya bertanya : فهمتم؟ membacanya fahimtum, artinya sudah faham kalian???? ^_^
WALLAHU A’LAM BISSHOWAB

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar