Jumat, 30 Juli 2010

Thoharoh

Pengertian Thoharoh menurut Buku Fiqih yang say abaca ialah “bersuci”, thoharoh adalah termasuk dalam bab awal yang dipelajari dalam buku2 fiqh, hal ini karena agar umat islam senantiasa menjaga kesucian lahir dan batin, selain itu syarat sahnya ibadah seperti sholat, puasa, haji ialh seorang muslim tersebut harus bersuci terlebih dahulu.
Contoh yang mudah dipahami mengenai menjaga kesucian lahir adalah percakapan yang dilakukan oleh Khoirul Azam dengan Eliana dalam novel yang ditulis oleh Habiburrahman Saerozi dalam bukunya Ketika Cinta Bertasbih, kurang lebih percakapannya sebagai beriikut :
“"Saya juga memiliki prinsip. Prinsip hidup. Prinsip hidup Saya itu saya dasarkan pada Islam. Sebab saya paling yakin dengan ajaran Islam. Di antara ajaran Islam yang saya yakini adalah ajaran tentang menjaga kesucian. Kesucian lahir dan kesucian batin. Kenapa dalam buku-buku fikih pelajaran pertama pasti tentang thaharah. Tentang bersuci. Adalah agar pemeluk Islam senantiasa menjaga kesucian lahir dan batin. Di antara kesucian-kesucian yang dijaga oleh Islam adalah kesucian hubungan antara pria dan wanita. Islam sama sekali tidak membolehkan ada persentuhan intim antara pria dan wanita kecuali itu adalah suami isteri yang sah. Dan ciuman gaya Prancis itu bagi saya sudah termasuk kalegori sentuhan sangat intim. Yang dalam Islam tidak boleh dilakukan kecuali oleh pasangan suami isteri. Ini demi menjaga kesucian. Kesucian kaum pria dan kaum wanita.”
"Ketika saya mengatakan bahwa jika sampai saya melakukan ciuman itu dengan wanita yang tidak halal bagi saya, maka saya telah menodai kesucian saya sendiri dan menodai kesucian wanita itu. Dan itu bagi saya adalah suatu musibah yang luar biasa besarnya. Saya telah kehilangan kesucian bibir saya. Tidak hanya itu, saya juga kehilangan kesucian jiwa saya. Jiwa saya telah terkotori oleh dosa yang entah bagaimana cara menghapusnya. Jika bibir ini kotor oleh gincu bisa dibersihkan dengar air atau yang lainnya. Tapi jika terkotori oleh bibir yang tidak halal, kotor yang tidak tampak bagaimana cara membersihkannya. Meskipun bisa beristighfar,
meminta ampun kepada Allah tetap saja bibir ini pernah kotor, pernah ternoda, pernah melakukan dosa yang menjijikkan. Saya tidak mau melakukan hal itu. Saya ingin menjaga kesucian diri saya seluruhnya. Saya ingin menghadiahkan kesucian ini kepada isteri saya kelak. Biar dialah yang menyentuhnya pertama kali. Biar dialah yang akan mewangikan jiwa dan raga
ini dengan sentuhan-sentuhan yang mendatangkan pahala."

Nah untuk lebih lengkap nya baca novelnya sendiri ya,,^_^
Selain itu kawan, Dalam Al-Qur’an maupun aL-Hadits banyak sekali ditemukan perintah-perintah agar umat islam bersih dan suci, firman Allah


Artinya :
“Dan pakaianmu bersihkanlah “ (Al-Muddatsir : 4)

Artinya :
“Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah “Haidh itu adalah suatu kotoran”.Oleh sebab itu,hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh,dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu ditempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (Al-Baqoroh : 222)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar