Minggu, 20 Juni 2010

Perancangan Organisasi

nie adalah tugas untuk mencari perusahaan manufaktur, kemudian bagaimana prosesnya, juga strateginya,,dapet materinya juga copy dari wikipedia, buku akutansi dll
BMW
Pengertian perusahaan Manufaktur ialah perusahaan yang mengubah input dasar menjadi produk yang dijual kepada maasing-masing pelanggan. Pada umumnya perusahaan
Sedangkann strategi bisnis adalah serangkaian rencana dan tindakan terintegrasi yang didesain bagi perusahaan sebagai sarana untuk memperoleh keuntungan melebihi pesaingnya sekaligus untuk memaksimalkan laba.
Kami memisalkan perusahaan manufaktur tersebut ialah perusahaan BMW, BMW Aktiengesellschaft| AG (singkatan untuk Bayerische Motoren Werke, atau dalam Bahasa Inggris, Bavarian Motor Works), adalah sebuah perusahaan di Jerman yang memproduksi mobil dan sepeda motor. BMW adalah perusahaan induk dari merk mobil Mini dan Rolls-Royce, dan, dulunya Range Rover.

Jenis (FWB, BMW)
Industri Perusahaan Otomotif
Didirikan 1916
Pendiri Franz Josef Popp
Kantor Pusat Munich, Jerman
Daerah Layanan Seluruh Dunia
Tokoh Penting Nobert Rethoifer (CEO)
Produk Mobil, Sepeda, Sepeda Motor
Pendapatan €50.68 billion (2009)

Laba Usaha €289 juta (2009)
Laba €204 juta (2009)[

Karyawan 96.230 (2009)
Anak Perusahaan perusahaan Rolls-Royce

Situs Web Bmw.com

Proses Manufaktur
BMW membangun eksklusifitasnya bahkan sejak dari proses assembly. Menjaga mutu sesuai standar adalah mutlak. Bahkan berprinsip lebih baik tidak produksi daripada menghasilkan barang yang kualitasnya dibawah standar. Dan proses itu dikawal dengan melakukan audit kualitas di setiap tahapan produksi.
Perakitnya di Indonesia, PT Gaya Motor menyiapkan area perakitan yang terang, rapi, dengan peralatan canggih dan perangkat komputer di mana-mana. Karyawannya menggunakan kaos berwarna putih dan tidak terlihat ceceran oli atau ceceran remah logam. Bersih,
Area yang dikunjungi para wartawan dalam program 'A Special Day with BMW' didukung 150 pekerja, merakit BMW 320i, 325i, 523i dan 530i. Area ini terbilang baru, dengan total investasi fasilitas perakitan Seri 5 dan Seri 3 total mencapai 10 juta Euro. Saat ini bisa memproduksi 8 unit/hari dengan kapasitas maksimum 16 unit/hari.
Fasilitas perakitannya adalah welding, paint shop, triming line, engine assembly, body marriage dan final test.
Lokasi pertama adalah welding area, tempat komponen CKD yang dikirim dari Jerman dibongkar dan dilas. Sebagian besar proses pengelasan menggunakan spot welding. Jacob A. Oeswadi, Direktur PT Gaya Motor menunjukkan bagaimana kualitas spot welding dijaga.
"BMW merancang agar alat itu tidak bekerja bila arus listrik yang diperlukan untuk melakukan pengelasan sempurna tidak tersedia. Di tempat lain, berapapun jumlah pasokan listriknya, alat ini tetap saja bekerja. Tapi kualitasnya?" katanya.

Dibantu hover craft

Di area ini struktur kerangka body di 'jahit' satu persatu. Rongga-ronga di isi dengan molded part -material thermoplastik yang akan mengembang setelah keluar dari oven dan berfungsi 'memegang' kedua plat agar tidak bergetar-.
Pengelasan juga menggunakan gas argon. Karena gas ini berbahaya, maka BMW menyiapkan belalai penghisap agar tidak terhirup operator.
Komponen body yang dilas dipasang di jig. BMW memlih jig berukuran besar yang berat dan rigid (ada yang beratnya hingga 1.5 ton) untuk menjaga akurasi dan kualitas body. Saking beratnya, sebagian jig dilengkapi hover craft, membantu mengangkat jig hingga gesekan berkurang, dan mudah digeser. Jig ini drancang sedemikian rupa sehingga saat dipasang-pasangkan posisinya pas untuk meminimalkan kesalahan.
Proses welding ini menghasilkan kerangka body yang selanjutnya masuk ke tahapan metal finish, dimana seluruh body diperiksa kembali secara teliti untuk menghilangkan penyok, goresan, dan cacat-cacat lain. Dari sana masuk tahap power washer untuk membersihkan dari kotoran yang tertinggal dari tahapan sebelumnya.
Setelah bersih masuk ke paint shop untuk tahap pencucian/pelapisan/ pengecatan dasar. Disini kerangka body itu dibenamkan ke 13 bak berisi cairan pembersih, anti karat dan cat dasar. Sehingga seluruh bagian, tidak terkecuali akan terlapisi. Sistem yang digunakan cathodic -prinsipnya sama seperti menyepuh emas- dimana cat karena perbedaan arus listrik, akan mengejar logam.

Triming line

Kerangka body yang sudah dicat masuk triming line, dimana bagian interior mulai dipasang. Prosesnya panjang mulai dari menutup lubang-lubang pada kerangka body agar kelak tidak kemasukan air, memasang tempat ulir. pemasangan peredam panas under body, pipa-pipa dan kabel. Setelah itu pemasang peredam panas dan suara interior dan kabel-kabel lantai. Disusul pemasangan karpet, peredam dashboard, safety belt, dan instal data elektronik seperti warna mobil, spek dll.
Lalu giliran sound system dipasang termasuk sub woofer yang ditanam dibawah kursi pengemudi. Kelar itu, plafon mulai disentuh dan pemasangan pernik-pernik interior.
Dashboard yang sudah di rakit, dipasang plus memasukkan data-data elektronik. Usai itu dilakukan A-Test pengecekan fungsi-fungsi interior dan pemasangan kursi. Dilanjutkan dengan pasang pintu, dan airbag.
Untuk menjaga kualitas, secara acak dilakukan triming audit, dimana salah satu hasil kerja hari itu diambil secara acak untuk diperiksa secara detail, sangat detail.

Operator eks Jerman

Body beres, interior ok, kini giliran mesin. PT Gaya Motor merakit mesin empat silinder dan enam silinder. Yang menarik, perakitan mesin ini bukan di ban berjalan, tapi justru orangnya yang jalan. Ini -sekali lagi untuk mengejar kualitas dan ekslusifitas. Satu orang melakukan pemasangan crankshat, piston hingga silinder head. Baut-bautnya-yang sangat ringan- dikencangkan dengan alat khusus yang sudah dirancang agar memutar dengan torsi yang telah ditentukan.
Soal torsi untuk mengencangkan baut ini saja mendapat perhatian serius BMW. Untuk mencegah baut terlalu kencang, beresiko patah, maka digunakan pengencang dengan tenaga baterai yang dirancang hanya mengencangkan dengan torsi yang sudah ditentukan. Bila torsi tidak tercapai, maka alat ini memberikan peringatan pada operator.
Disini mesin-mesin langsung di uji seperti kebocoran sistem sirkulasi udara, air dan oli. Pengetasan dilakuakn via komputer. Berbeda dari bagian lain, disini ruangnya ber AC, bebas debu dan tidak terlihat ceceran oli sedikitpun. Operator yang merakit -dididik langsung di Jerman- terlihat sangat terlatih. Begitu piawainya seperti sedang memasang puzzle yang sudah sangat dihafal posisinya masing-masing.
Nomor mesin dibuat sangat unik. Tidak ada mesin yang punya nomer yang sama diseluruh dunia.

Final test

Setelah semua siap, body, interior, mesin, transmisi, gardan, suspensi dan komponen-lain disatukan menjadi BMW Seri 3. Meskipun sudah jadi, proses ini masih panjang. Serangkaian pemeriksaan dilakukan, mulai dari pengecekan software mobil, kalau perlu di update dengan versi terbaru, sistem kelistrikan di periksa, demikian pula sistem audio, mesin hingga tes dinamika.


STRATEGI BISNIS
Strategi bisnis yang di pakai oleh BMW ialah Strategi differensiasi , yaitu Perusahaan BMW mendesain dan menghasilkan produk yang unik dalam hal kualitas, keandalan, citra dan desain. Kondisi demikian membuat konsumen bersedia membayar harga yang lebih tinggi (premium Price) dibandingkan harga yang umum.
,,

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar