Selasa, 02 Februari 2010

TANDA-TANDA AMBRUKNYA PERADABAN BARAT, DAN KEMENANGAN ISLAM

Sejumlah ujian keimanan dan kesabaran kembali dialami umat islam akhir-akhir ini, khususnya di sejumlah Negara Barat seperti Inggris, Denmark, Swiss, Jerman, Prancis, Kanada, Belanda dan tentu saja tak ketinggalan Amerika Serikat. Selain pelecehan dan diskriminasi terhadap kaum muslim oleh pemerintahan Negara-negara barat yang memang sudah lama berlangsung, paling tidak, ada tiga bentuk ujian yang akhir-akhir ini diterima umat islam di sana.
1. Pelarangan cadar/hijab/burqo
Di Prancis,, pelarangan pnggunaan cadar/hijab/burqo tinggal selangkah lagi. Pranciss telah mengusulkan Rancangan Undang-Undang (RUU) yang menjadikan penggunaan cadar (penutup wajah) di teempat umum sebagai sebuah bentuk pelangggaran denagn ancaman denda sebesar 750 juta Euro, atau sekitar Rp 9 juta.(Kantor Berita HT, 9/1/10)
Warga Muslimah Prancis yang bercadar banyak yang mengeluh atas tekanan pemerintah yang terus-menerus dilakuakn kepada mereka. Mereka merasa keberadaan mereka sebagai warga Negara tak diakui dan cenderung dilecehkan (Eramuslim,15/7.09)
Sebelum Prancis, Jerman “lebih maju” lagi, Tahun 2007, Pengadilan adinistratif Jerman mengesahkan larangan menggenakan jilbab di wialyah North Rhine-Westphalia. Sebelumnya, pengadilan yang sama juga memutuskan untuk mendukung larangan berjilbab. Dari 16 negara bagian di Jerman, delapan Negara bagian menyatakan melarang jilbab.(Eramuslim, 15/08/2007)
Pada tahun 2007 pula, Pemerintah Kanada mengajukan proposal undang-undang berisi larangan Muslimah mencoblos dalam bilik suara Pemilu jika mengenakan cada/burqo (Eramuslim,29/10/07).
Pemerintah Denmark baru-baru ini juga telah memutuskan membentuk sebuah komite untuk mengkaji fenomena cadar/burqo seteelah adanya tuntutan dari kelompok konservatif di pemerintah Denmark yang mendesak adanya pelarangan penuh bagi Muslimah yang mengenakan pakaian yang menutup seluruh tubuh di tempat umum(Eramuslim,19/01/10).
Di Belanda, Tahun 2008 lalu, Kementerian Pendidikan Belanda pun mengajukan ususlan kepada Parlemen agar memberlakukan larangan total terhadap cadar/burqo, baik di dalam maupun di luar sekolah. Pemerintah Belanda sendiri telah menyiapkan aturan berbusana di Negeri Kincir Angin itu dan akan melarang cadar di seluruh kantor kementeriannya (Eramuslim, 9/9/08).
2. Pelarangan Menara Masjid
Lebih dari 57% pemilih Swiss beberapa waktu lalu (29/11) telah menyetujui adanya pelarangan pembangunan menara masjid. Swiss People’s Party (SVP), partai terbesar di Swiss, telah memaksa rakyat Swiss untuk melakukan referendum (pemungutan suara). Menjelang referendum, sebuah masjid di Jenewa untuk ketiga kalinya dirusak selama kampanye anti-menara masjid, seperti dilaporkan media setempat hari Sabtu lalu (Eramuslim,13/11/09).
Seperti belum puas, Partai Rakyat Swiss (SVP) juga sedang menyiapkan kampanye-kampanye bbaru untuk membatasi ruang gerak kaum muslim di negeri itu. Sejumlah tokoh SVP mengatakan bahwa mereka juga akan mendorong diberlakukannya larangan burqo, jilbab, sunat bagi perempuan dan melarang adanya dispensasi bagi muslimah dalam pelajaran berenang.
Larangan pembangunan menara masjid di Swiss telah bergema di seluruh Eropa, dengan adanya seruan di Belanda, Belgia dan Italia untuk melakukan referendum yang sama untuk melarang simbol-simbol Islam. Di Belgia kelompok sayap kanan Vlaams Belang menagtakan akan menyerahkan keputusan kepada DPRD Flemish untuk melarang menara-menara di negeri itu. Di Italia Liga utara yang anti Imigran juga menyerukan larangan yang sama (Eramuslim, 1/12/09)

3. Penggeledahan warga Muslim
Setelah serangan bom bunuh diri di Yaman yang menewaskan sejumlah anggota badan intelijen Amerika Serikat (AS), AS kembali bersikap paranoid. Kini penumpang yang berasal dari 14 negara yang diduga “sumber teroris” bakal diperiksa lebih ketat dari penumpang lainnya. Prosedur yang mulai berlaku efektif pada Senin (4/1) ini juga disebabkan oleh adanya peledakan pada hari raya Natal lalu. Saat ituu seorang pria Nigeria bernama abdulmutallib yang mengaku anggota kelompok Al-Qoeda berusaha meledakkan pesawat AS yang tengah menuju Detroit.
Dampaknya , penumpang yang berasal dari Negara yang dianggap oleh AS sebagai “sponsor terorisme” seperti Iran, Sudan, Suriah, Afghanistan, Algeria, Irak, Libanon, Libia, Nigeria, Pakistan, Arab Saudi, Somalia dan Yaman bakal menjadi proses pemindaian yang ekstraketat. HAmpir semua Negara yang dicurigai itu ialah merupakan Negara Muslim. Para penumpang tersebut digeledah, tas mereka diperiksa dan tubuh mereka dipindai untuk mendeteksi adanya bahan yang mungkin dapat menjadi bahan peledak. (Media Indonesia,4/1/2010)..
Front Kedua penasihat antiterorisme Obama, John Brenan, memperingatkan . “saya bukan ingi mengatakan bahwa As membuka Front Kedua.Ini adalah tindak lanjut dari upays yang tengah berjalan sejak dimulainya pemerintahan Obama,” ujar Brennan (Koran Jakarta, 51/2010)
Bandara Heathrow di London , Inggris , juga memberlakukan pemeriksaan penumpang yang meliputi skrining seluruh badan sebelum penumpang naik ke atas pesawat. Selain Inggris dan AS, Belanda sudah lebih dulu menggunakan alat semacam “scanner” yag digunakan untuk memeriksa tubuh manusia bagi para penumpang dari bandara Schipol, Amsterdam yang menuju AS (Eramuslim, 4/1/10).

Sinyal kebangkutan peradaban Barat.
Beberapa fakta di atass sesungguhnya menjelaskan beberapa hal, Pertama: sinyal kebangkutan peradaban barat. Barat menghadapi gelombang kebangkitan Islam_yang antara lain ditunjukkan dengan banyaknya warga barat yang masuk Islam, menjamurnya pemakain jilbab dan Cadar, serta banyak\berdirinya banyak masjid_dengan amat kalap dan membabi buta. Barat tidak sadar, bahwa dengan itu mereka sesungguhnya menistakan peradaban mereka sendiri, yakni demokrasi, HAM dan kebeasan yang selama iini meereka agung-agungkan. Jelas, ini menjadi salah satu sinyal kebangkrutan peradaban mereka.
KEdua omong kosong demokrassi, HAM dan kebebasan Barat jelas-jelas mengingkari ajaran sekaligus prinsip hidup mereka sendiri, yakni demokrasi, HAM dan kebebasan, Buktinya selain dalam-dalam kasus-kassus di atas, Barat sudah sering bertindak diskriminatif terhadap warga Muslim dengan terus berupaya menghambat kebebasan warga Muslim untuk mengekspresikan ajaran agamanya. Jelas pula, bagwa demokrasi, HAM dan kebebasan Barat hanyalah bualan belaka.
Ketiga sikap Barat di atas bukanlah sekedar pelarangan menara atau jilbab/burqo, tetapi betuk nyata dari pertarungan peradaban (clash of civilization). Hal ini tampak nyata dari alas an-alasan yang dikemukakan oleh pihak-pihak yang menolak menara masjid atau jilbab/burqo. Intinya, yang mereka tolak adalah ajaran islam yang memang merupakan sebuah ideologi dengan sistem hukum yang didasarkan pada akidah islam. Di Swiss, misalnya, pendukung pelarangan mereka itu menyebut pembangunan menara akan mencerminkan pertumbuhan seluruh ideologi dan sistem hokum yang tidak sejalan dengan demokrasi Barat.
Keempat, lebih dari sekedar pertarungan peradaban, permusuhan ialah sikap barat yang sebenarnya terhadap Islam dan kaum Muslim. Bahkan permusuhan baratterhadap agama Islam dan kaum Muslim.sangatlah keras. Fakta pelarangan jilbab/burqo dan menara masjid serta penggeledahan warga muslim adalah secuil buktinya/ Selama ini sikap permusuhan yang jauh lebih keras dan biadab terhadap kaum Muslim sesungguhnya telah mereka pamerkan kepada dunia dengan penuh kecongkakan. Pelecehan terhadap Baginda Nabi SAW. Dalam bentuk kartun di Denmark, pembuatan film Fitna yang melecehkan jihad di Belanda, penistaan Al-Qur’an di Penjara Guantanamo, dll adalah di antara bentuk permusushan yang tidak bisa dianggap kecil.
Lebbih dari itu, Perang melawan Terorisme (War on Terorrism) yang nyata-nyata ditujukan terhadap umat Islam di berbagai Negara yang telah menewaskan jutaan Muslim, Khususnya diIrak dan Afghanistan, ialah bukti lain tetang betapa kerasnya permusuhan Barat kafir terhadap Islam dan kaum Muslim. Mahabenar Allah SWT yang berfirman.
QS Ali Imron [3]: 118. “Beginilah kamu, kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukai kamu, dan kamu beriman kepada kitab-kitab semuanya. Apabila mereka menjumpai kamu, mereka berkata:" Kami beriman "; dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari lantaran marah bercampur benci terhadap kamu. Katakanlah (kepada mereka): "Matilah kamu karena kemarahanmu itu ". Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati.”
Allah SWT juga berfirman
QS Al Baqoroh [2]: 120 “Orang-orang yang telah Kami berikan Al Kitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya, mereka itu beriman kepadanya. Dan barangsiapa yang ingkar kepadanya, maka mereka itulah orang-orang yang rugi.”

SIKAP UMAT ISLAM
Memperhatikan seluruh fakta di atas. Umat Islam sudah seharusnya menyadari sejumlah hal; diantaranya: Pertama, Barat kafir penjajah sesungguuhnya tidak akan pernah berhenti meusuhi Islam dan Umatnya. Apa yang mereka serukan ke tengah-tengah kaum Muslim seperti demokrasi, HAM, kebebasan, dialog antar peradaban barat-Islam dll hanyalah omong kosong belaka. Pasalnya, semua yang mereka serukan itu terbukti bertentangan sengan sikap merka yang sebenarnya, sebagaimana terungkap di atas. Semua itu hanaylah tipuan agar kaum Muslim mau menerima nilai dan ajaran mereka.
Kedua, Islam dan umatnya akan tetap mengalami pelecehan, penistaan bahkan ancaman kekerasasn dan pembunuhan dari Negara-negara Barat kafir penjajah atau Negara-negara yang mereka dukung (seperti Israel)-sebagaimana terjadi di Irak, Afghanistan dan Palestina-selama Islam dan Umatnya tidak memiliki pelindung, yakni sebuah institusi Negara yang mempersatukan mereka di seluruh dunia. Itulah khilafah yang dipimpin seorang kholifah. Khilafahlah pemersatu dan pelindung umat islam dari segala ancaman, termasuk dari penjajahan Barat. Itulah yang diisyaratkan oleh baginda NAbi SAW. Melalui sabdanya : Sesungguhnya imam ialah pelindung. Dia bersama pengikutnya memerangi orang kafir dan zalim serta melindungi orang-orang Mukmin (HR al-Bukhori dan Muslim)
Hilafahlah jjuga akan membebaskan umat dari seluruh persoalan kehidupan mereka dengan menerapkan Syari’ah Islam dalam segala aspeknya. Karena itu, selain kewajiban syari’ah, perjuangan pengakan Khilafah semakin relevan dan penting untuk membangkitkan umat menuju masa depan yang lebih baik.
Ketiga, semuanya ini merupakan tanda ambruknya peradaban Barat, dan Kembalinya kemenangan Islam. Dengan izin Allah itu tidak lama lagi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar