Senin, 07 Desember 2009

ANALISA PENGUKURAN KERJA

PENGUKURAN WAKTU KERJA DENGAN METODE WAKTU

WORK SAMPLING



v Konsep dasar Probabilitas dan Sampling Kerja

Maksud dari konsep dasar Probabilitas adalah bahwa metode ini menggunakan salah satu hukum Statistik, yaitu probabilitas,probailitas sendiri dalam ilmu Statistik adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang tingkah laku berdasarkan faktor untung-untungan.. Sedangkan faktor untung-untungan biasanya dihubungkan dengan pengertian tentang kemungkinan atau peluang. (probabilty).

Metode ini kemudian diaplikasikan pada Pengukuran kerja pertama kali oleh L.H.C. Tippet. Selanjutnya metode ini terkenal dengan nama Metode Sampling Kerja. Karena metode ini berdasarkan Hukum Statistik tentang probabilitas (the Law of Probability). Maka dalam pengukuran kerja dilakukan secara sampel, tidak secara populasi, Hal ini dimungkinkan sifat atau kelakuan dari sample yang diambil sudah bisa mewakili populasi tersebut.

Metode ini bertujuan untuk mengetahui sebarapa besar aktifitas Idle/bekerja dari seorang operator, bisa juga untuk menentukan waktu standard dari operator,

v Prosedur Sampling Kerja dan Pengambilan Data

Prosedur pengukuran kerja dengan metode Sampling Kerja cukup mudah, yaitu dengan mengambil data dengan selang waktu secara acak dari kegiatan operator /mesin yang ada, kemudian mencatat apakah operator/mesin dalm keadaan kerja atau menganggur(idle).

Tanda bagi kegiatan yang menganggur(idle) dan yang bekerja adalah dengan menggunakan ”tally”. Jika operator yang diukur dalam keadaan bekerja maka tally diberikan diberikan dalam aktifitas kerja tersebut, namun bila menganggur maka tanda tally diberikan untuk aktifitas yang menganggur tersebut. Sehingga Prosentase waktu Idle dan bekerja seorang operator dapat diketahui.

Misal Hasil Pengukuran dengan metode Sampling tersebut dapat dilihat dalam tabel di bawah ini:

KEGIATAN


TALLY


TOTAL

KERJA


IIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII


48

MENGANGGUR


IIIIIIIIIIIIIIIII


17

Dari Hasil pengamatan yang berjumlah 65 kali pengamatan, terlihat bahwa aktifitas kerja sebayak 48 kali, sedangkan waktu menganggur sebesar 17. kali.

v Validasi Data Pengukuran

Hasil Data penetapan waktu standar/baku yang ada adalah tergantung dari pengamatan yang dilakukan, jadi kesalahan dalam metode ini tetap ada, apalagi metode ini berdasarkan metode probabilitas yang terkenal dengan metode untung-untungan.

Jadi untuk meminimalisir kesalahn yang ada dapat diatasi dengan memengaruhi pengamatan pada 2 faktor, yaitu tingkat ketelitian (degree of accuracy) dan tingkat kerpercayaan (level of convidence), adapun rumusnya sebagai berikut :

Keterangan :

Sp = Tingkat ketelitian yang dikehendaki dan dinyatakan dalam desimal

p = Prosentase terjadinya kejadian yang diamati dan juga dinyatakan dalam keadaan desimal

N = Jumlah pengamatan yang harus dilakukan untuk sampling kerja

k = Harga Indeks yang besarnya tergantung dari tingkat kepercayaan yang diambil

Untuk tingkat kepercayaan 68 % harga k adalah 1

Untuk tingkat kepercayaan 95 % harga k adalah 2

Untuk tingkat kepercayaan 99 % harga k adalah 3

v Perhitungan Prosentase Idle Delay

Saya mencontohkan perhitungan ini denggan mengambil hasil pengamatan dari data diatas, dimana di dapat data aktifitas kerja sebanyak 48 kali dan waktu idle sebesar 17 kali. Untuk mencari prosentasenya adalah sebagai berikut : sehingga diketahui prosentase kerja operator tersebut adalah sebesar 73,84 % sedangkan sisanya sebesar 26,16 % adalah waktu idle/menganggur.

Misalnya operator bekerja sejak pukul 07.00 – 16.00 WIB dengan jumlah waktu istirahat sebesar 1 jam, jadi total waktu kerja sebesar 7 jam. Untuk mengetahui seberapa besar waktu operator menunggu tinggal dihtung

26.16 % x 7 jam = 1,83 jam.

v Perhitungan Waktu Standard

Perhitungan Waktu Standard pada pengukuran metode smpling kerja adalah sama dengan metode Stopwatch time study, yang juga memperhitungkan waktu longgar (allowance) dan performance rating(aktifitas pekerja) dari pekerja, adapun rumus untuk mendapatkan waktu standard dari pengukuran ini sebagai berikut :



v Studi Kasus Work Sampling

Studi kasus untuk metode ini bisa digambarkan dengan suatu kasus pada P.T. Khilafah sebagai berikut

Dari suatu aktifitas pengukuran kerja pada prosses perakitan produk P.T. Khilafah yang dilaksanakan selama 7 minggu ( 7 jam sehari/42 jam per minggu) diperoleh hasil sebagai berikut:

vJumlah akhir yang diperoleh dari hasil kegiatan pengukuran sebanyak 7000 unit

vJumlah pengamatan yang dilakukan selama 7 minggu ialah sebanyak 1500 kali pengamatan ( rata-rata 27 kali sehari), dimana aktifitas yang banyak diiminati adalah aktifitas perakitan (kegiatan produktif) = 1115 kali sedangkan aktifitas yang tidak produktif seperti idle, delay, personal need dan lain-lain adalah sebesar 385 kali

vPerformans kerja operator selama pengukuran adalah sebesar 10% berada di bawah normal rata-rata operator yang ada, sedangkan waktu longgar (allowance time) diperkirakan sebesar 15%.



Berdasarkan data yang telah diolah tersebut, maka :

* Hitunglah waktu normal dan waktu standard untuk menyelesaikan permasalahan pada kasus di atas.
* Berapakah jumlah pengamatan yang harus dilaksanakan pada pengukuran kerja di atas agar diperoleh level of confidence sebesar 95% dan degree of accuracy sebesar 4%

Penyelesaian

1)

kemudian inputkan data yang ada



untuk waktu standardnya









2) Jumlah pengamatan yang seharusnya dilakukan degree of accuracy sebesar 4 % dan level of confidence sebesar 95% dapat diselesaikan dengan formulasi berikut :



N’ = 3620 kali pengamatan, jadi pengamatan seharusnya dilaksanakan sebanyak 3620 kali pengamatan.

1 komentar: